<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Life&#039;s Harmony</title>
	<atom:link href="http://wisnuhariyadi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wisnuhariyadi.wordpress.com</link>
	<description>My World, My Harmony, My Story...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Oct 2011 20:40:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wisnuhariyadi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/728a70e21db7d806dfc4befca15ff057?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>My Life&#039;s Harmony</title>
		<link>http://wisnuhariyadi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wisnuhariyadi.wordpress.com/osd.xml" title="My Life&#039;s Harmony" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wisnuhariyadi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ada Apa Indonesia?</title>
		<link>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/09/11/ada-apa-indonesia/</link>
		<comments>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/09/11/ada-apa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 06:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisnu Hariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[football time]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnuhariyadi.wordpress.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Euforia suporter timnas Indonesia di SUGBK (Stadion Utama Gelora Bung Karno) setelah membungkam Turkmenistan dengan skor 4-3 (agregat 5-4) pada kualifikasi Piala Dunia 2014 Brazil ternyata hanya bertahan dalam hitungan hari. Nyatanya setelah sukses melangkah ke fase berikutnya, dimana Indonesia tergabung dengan Iran, Bahrain, dan Qatar dalam satu grup, Indonesia sejauh ini hanya bisa menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=404&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Euforia suporter timnas Indonesia di SUGBK (Stadion Utama Gelora Bung Karno) setelah membungkam Turkmenistan dengan skor 4-3 (<em>agregat</em> 5-4) pada kualifikasi Piala Dunia 2014 Brazil ternyata hanya bertahan dalam hitungan hari. Nyatanya setelah sukses melangkah ke fase berikutnya, dimana Indonesia tergabung dengan Iran, Bahrain, dan Qatar dalam satu grup, Indonesia sejauh ini hanya bisa menjadi lumbung gol dan ladang poin bagi tim lainnya.</p>
<p>Lihat saja hasil 2 pertandingan awal tim merah putih. Diperkirakan bisa mencuri poin di Teheran, Iran, Indonesia malah pulang menanggung malu setelah dipermak 3-0. Kemudian publik berkilah kekalahan itu dinilai wajar karena level permainan kita dan Iran berbeda jauh, indikasinya bisa dilihat dengan adanya beberapa pemain Iran yang bermain di klub Eropa.</p>
<p>Ekspektasi tinggi muncul lagi menjelang <em>matchday</em> 2 dimana kita menjamu Bahrain, yang mana pernah kita kalahkan dengan skor 2-1 di Piala Asia 2007. Dengan level permainan yang dinilai setara, Indonesia optimis bisa mendapat 3 poin di pertandingan ini. Hasilnya? Kembali timnas dipermalukan di depan suporter sendiri dengan skor 2-0. Belum lagi ditambah insiden lemparan petasan dan kembang api ke lapangan atau kalau mau lebih buruk (dan mau lebih jujur) lagi, permainan Indonesia bisa dibilang nggak punya skema yang jelas dan monoton.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/41.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-405" title="4" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/41.jpg?w=300&#038;h=177" alt="" width="300" height="177" /></a><em>ekspektasi minimal : rakyat Indonesia ingin melihat permainan indah seperti di Piala AFF 2010</em></p>
<p>Publik langsung menghujat timnas. <em>“Pelatih harus dipecat! Kami mau Riedl kembali!”</em>, <em>“Mana permainan indah Indonesia waktu AFF tahun lalu?”</em>, hingga makian macam <em>“Dasar Markus bego! Tangkap yang bener dong bolanya!”</em> meluncur dari mulut orang2. Mungkin kata2 itu meluncur karena besarnya cinta rakyat Indonesia terhadap sepakbola nasional dan nasib timnas Indonesia. Tapi apakah masalah akan selesai hanya dengan makian dan sumpah serapah? Tentu tidak. Meski begitu ada satu pertanyaan besar yang terus berputar di kepala gue melihat semua kekacauan ini.</p>
<p><strong><em>Apa yang salah di tim ini?</em></strong></p>
<p>Daripada ikut2an memaki, gue tergerak untuk menganalisis apa yang sebenernya terjadi dan memberikan masukan yang menurut gue paling oke dalam pandangan gue sebagai pecinta sepakbola walaupun gue sejauh ini memahami sepakbola dari media2 seperti televisi, internet, artikel, atau bahkan lewat game manajerial tim sepakbola <em>Football Manager</em>. Tapi jujur dari semua itulah pandangan gue tentang sepakbola jadi lebih terbuka. Oke! Mari kita mulai.</p>
<p>Jelas sebenernya akar permasalahan semua ini adalah kisruh di pimpinan PSSI yang sempat membuat frustasi semua orang beberapa saat yang lalu. Gue nggak akan bahas ini lebih jauh. Meski udah kepilih ketua dan jajarannya serta sempat memberikan harapan baru dengan visi yang lebih baik untuk kelangsungan liga sepakbola di negeri ini, ternyata PSSI yang baru membuat kesalahan yang menurut gue fatal.</p>
<p>Mereka <strong><span style="text-decoration:underline;">memecat </span></strong>Alfred Riedl, hanya <strong><span style="text-decoration:underline;">beberapa hari</span></strong> sebelum laga melawan Turkmenistan.</p>
<p>Oke, terserah PSSI mau bilang karena Riedl ternyata selama ini dikontrak oleh pihak tertentu, bukan oleh PSSI, tapi bukan hal yang bijak memecat pelatih hanya beberapa hari dari laga yang menentukan. Apakah MU memecat Sir Alex Ferguson beberapa hari sebelum laga final Liga Champions melawan Barcelona? Hanya orang yang nggak mengerti sepakbola yang melakukannya. Bagaimanapun sebuah tim memerlukan stabilitas internal dan pemecatan pelatih tim bisa merusak hal itu. Padahal kita tahu stabilitas tim Indonesia terjaga dengan baik semasa kepemimpinan Riedl, baik secara taktik, mental, dan kedisiplinan. Ada yang bilang pemecatan terjadi karena ada unsur politik di baliknya, itulah mengapa gue semakin benci dengan politik. Mengapa politik senang mengotori olahraga yang penuh dengan nilai dan pesan mulia seperti sepakbola ini?</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/12.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-406" title="1" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/12.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>orang yang sempat membakar optimisme bangsa ini, sosok yang sekarang dirindukan</em></p>
<p>Gue menganalisis bahwa inilah akar yang menjadi awal semua tragedi ini. Masalahnya hanya satu, tim ini terganggu stabilitasnya di momen yang sangat tidak tepat.</p>
<p>Akhirnya gue membuat sedikit fantasi. Gue bermimpi seandainya gue menjadi orang yang paling berwenang sama timnas, kira2 apa yang bisa gue kasih di tim yang lagi kacau ini. Dengan ilmu yang gue dapat dari memainkan game <em>Football Manager</em> sejak tahun 2005, inilah perubahan2 yang akan gue lakukan :</p>
<p>1. Menangani tim Indonesia nggak sama dengan melatih tim Jerman, Spanyol, atau Brazil. Ada pendekatan yang berbeda. Pemain2 tim kelas dunia lebih bisa menyesuaikan diri dengan taktik yang diberikan pelatihnya. Itu disebabkan karena pemain2 timnas tersebut kebanyakan bermain di liga Eropa yang memang kuat dasar taktiknya sehingga mereka diharuskan bisa adaptif terhadap perubahan taktik yang ada. Tanpa pemahaman yang baik terhadap taktik, pemain top bisa menemui kegagalan di sepakbola Eropa.</p>
<p>2. Dari poin 1, gue merasa harus meraba potensi apa saja yang bisa digali dari pemain timnas terlebih dahulu. Oleh karena itu, mari lanjut ke poin 3.</p>
<p>3. Di posisi penjaga gawang gue merasa ada 3 nama yang saat ini terbaik di Indonesia :</p>
<ul>
<li><strong>Markus Horizon</strong> : paling berpengalaman namun sangat sering melakukan kesalahan dasar yang sebenernya nggak boleh dilakukan kiper</li>
<li><strong>Ferry Rotinsulu</strong> : sebenernya punya skill kiper yang paling oke di antara 3 nama ini tapi dia sering cedera, masalah yang membuat dia jadi kiper nomor 2 di timnas</li>
<li><strong>Kurnia Meiga</strong> : dia mungkin punya reflek paling bagus tapi sering punya masalah cedera dan disiplin serta kurang jam terbang.</li>
</ul>
<p>4. Sebenernya yang paling penting dalam sebuah tim adalah bagaimana kualitas pertahanannya. Pertahanan yang bagus akan mengangkat kepercayaan diri dalam satu tim. Karena sepakbola modern membuat kita menyadari pentingnya sistem pertahanan 4 bek sejajar, maka gue juga akan memilih 4 nama bek yang paling oke saat ini untuk lini pertahanan timnas :</p>
<ul>
<li><strong>Hamka Hamzah</strong> : bek berpengalaman yang paling kuat di bola udara dan fisik, meskipun sering melakukan blunder</li>
<li><strong>Charis Yulianto</strong> : gue nggak tahu apakah dia masih bermain atau udah pensiun, tapi harus ada bek yang punya kualitas <em>leader </em>dan dia salah satunya. Sebenernya <strong>Maman Abdurrahman</strong> juga bisa mengisi posisi ini tapi dia sering membuat kesalahan2 dasar</li>
<li><strong>M. Nasuha</strong> : bek kiri yang kuat dalam bertahan dan menyerang, pemain dengan kualitas fisik dan taktik yang oke</li>
<li><strong>Zulkifli Syukur</strong> : bek kanan yang lebih bersifat defensif, meskipun jarang ikut menyerang tapi efektif dalam bertahan.</li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/31.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-407" title="3" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/31.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>keceriaan seperti inilah yang membuat SUGBK terus membahana</em></p>
<p>5. Lini tengah adalah yang paling penting dalam sepakbola. Tim yang menguasai bola lebih banyak berpeluang memenangkan pertandingan. Inget bagaimana Spanyol memenangkan Piala Eropa dan Piala Dunia? Mereka menguasai bola secara dominan, dengan Xavi Hernandez sebagai jendral lapangan tengahnya. Inilah nama2 yang gue pilih :</p>
<ul>
<li><strong>Ahmad Bustomi</strong> : pemain yang harus ada di <em>midfield</em> versi gue. Dia satu2nya pemain yang bisa menjaga bola paling baik di antara semua pemain Indonesia. Di MU, peran dia seperti Paul Scholes. Kuat dalam bertahan, menjaga keseimbangan, dan jarang melakukan umpan yang sia2. Tipe pemain yang sangat langka di Indonesia</li>
<li><strong>Bambang Pamungkas</strong> : pasti semua heran kenapa nama ini ada di sini. <em>Nggak salah?!</em> Gue tertarik mengubah posisi Bepe ke tengah karena permainannya lebih efektif di lapangan tengah sebagai kreator serangan, dan dia juga sering membantu pertahanan. Maaf buat bang Bepe, tapi faktanya Anda nggak pernah nampak tajam di depan gawang untuk saat ini. Gue cuma sering liat dia mencetak gol di laga persahabatan atau via penalti. Gue juga lebih memilih Bepe karena gue menilai <strong>Firman Utina</strong> sering membuat pergerakan dan umpan yang sia2</li>
<li><strong>M. Ilham</strong> : sayap kanan yang mencetak gol di Turkmenistan. Tipe pemain sayap klasik yang suka menyisir dari sisi lapangan. Gue lebih memilih dia dari <strong>M. Ridwan</strong> karena Ridwan terkadang punya emosi yang nggak terkontrol dan kurang punya mental yang tepat di dalam pertandingan</li>
<li><strong>Boaz Salossa </strong>: gue lebih suka dia main sebagai pemain sayap kiri daripada <em>striker</em> karena dia memang sering menyisir dari sisi kiri di Persipura dan dia lebih ke tipe pendribel bola, bukan <em>finisher</em> sejati. Sebenernya juga ada <strong>Okto Maniani</strong> di posisi ini, tapi dia sering diekspos secara fisik oleh bek lawan karena fisiknya yang kecil dan ditambah dia sering tersandung masalah disiplin.</li>
</ul>
<p>6. Di posisi penuntas serangan, gue lebih memilih tipe striker ‘pembunuh’ sejati dan tandem dengan tipe berbeda. Inilah pilihan gue :</p>
<ul>
<li><strong>Christian Gonzales</strong> : satu2nya pemain Indonesia yang bertipe predator kotak penalti. Mungkin usianya sudah melewati masa keemasan tapi insting dan skillnya tidak pernah berubah. Statistik golnya di Liga Indonesia luar biasa. Jarang melakukan pergerakan tapi selalu efektif dalam menyerang. Gue berandai2 seandainya <em>El Loco</em> dinaturalisasi lebih awal ketika dia masih muda mungkin Indonesia nggak akan puasa gelar selama ini karena pemain tipe ini sangat dibutuhkan dalam tim namun jarang dimiliki Indonesia</li>
<li><strong>Irfan Bachdim </strong>: tipe penyerang yang bisa menghubungkan lini tengah dan depan. Punya pemahaman taktik paling bagus di samping Bustomi, karena Irfan pernah bermain di Liga Belanda, dan punya <em>finishing touch</em> yang bagus. Pergerakannya sering membuat pertahanan lawan kacau. Mungkin kekurangan dia adalah inkonsistensi. Solusi lainnya ada <strong>Yongki Aribowo</strong> yang lebih konsisten, meski kurang punya <em>tactical skill</em> yang baik.</li>
</ul>
<p>7. Dengan semua pertimbangan di atas dari poin 1-6, gue akan meramu materi2 terbaik yang ada di negeri ini dalam formasi 4-4-2 karena formasi ini menjaga keseimbangan tim, mengandalkan kecepatan (karena sudah dipastikan 101% kita bakal <em>keok</em> kalo main bola atas), dan punya fleksibilitas di sayap serta kekuatan di tengah. Kira2 seperti ini formasinya :</p>
<ul>
<li>Kiper<strong></strong></li>
</ul>
<p><strong>             Ferry Rotinsulu</strong></p>
<ul>
<li>Bek Kanan &#8211; Bek Tengah &#8211; Bek Tengah &#8211; Bek Kiri</li>
</ul>
<p><strong>             Zulkifli Syukur &#8211; Hamka Hamzah &#8211; Charis Yulianto &#8211; M. Nasuha</strong></p>
<ul>
<li>Sayap Kanan &#8211; Gelandang Tengah &#8211; Gelandang Tengah &#8211; Sayap Kiri<strong></strong></li>
</ul>
<p><strong>             M. Ilham &#8211; Ahmad Bustomi &#8211; Bambang Pamungkas &#8211; Boaz Salossa</strong></p>
<ul>
<li>Penyerang &#8211; Target Man<strong></strong></li>
</ul>
<p><strong>             Irfan Bachdim &#8211; Christian Gonzales</strong></p>
<p>Mungkin tulisan ini cuma sekedar pandangan dari seorang penggila bola yang belum punya pengalaman di dunia sepakbola secara langsung. Tapi setidaknya gue pengen menjadi orang yang berpikir dan menganalisis dahulu ketimbang cuma menghujat nggak karuan di kala timnas sedang terpuruk. Dan&#8230;gue cuma nggak pengen mencari alasan dengan menyebut bahwa timnas tidak punya pemain yang berkualitas untuk berkompetisi di skala internasional atau menghujat para pemain dengan kalimat <em>“F*ck you all!” </em>ketika tim sedang dalam masa2 sulit. Benar begitu kan <em>coach</em> Wim Rijsbergen?</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/21.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-408" title="2" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/21.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><em>kalau tidak ada pemain Indonesia yang berkualitas, apa yang kau lakukan Wim? menaturalisasi Lionel Messi?</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=404&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/09/11/ada-apa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f52f431c899f4989b4045f6c35261d25?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/41.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/12.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/31.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/21.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Story from Tulungagung</title>
		<link>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/09/02/story-from-tulungagung/</link>
		<comments>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/09/02/story-from-tulungagung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 11:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisnu Hariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[bolang]]></category>
		<category><![CDATA[cerita jalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnuhariyadi.wordpress.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Libur telah tiba (lagi)! Yap kali ini liburan dengan tajuk Liburan Ramadhan dan Idul Fitri. Nggak perlu dibahas, dikaji, apalagi sampe didemo kenapa ITB nggak langsung ngehantam liburan ini sama liburan semester kemaren yang sebenernya baru berakhir 3 minggu lalu. Yang penting sekarang udah libur deh, yuhuuu. Ada yang berbeda untuk liburan kali ini. Biasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=389&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Libur telah tiba (lagi)! Yap kali ini liburan dengan tajuk Liburan Ramadhan dan Idul Fitri. Nggak perlu dibahas, dikaji, apalagi sampe didemo kenapa ITB nggak langsung <em>ngehantam</em> liburan ini sama liburan semester kemaren yang sebenernya baru berakhir 3 minggu lalu. Yang penting sekarang udah libur deh, <em>yuhuuu</em>.</p>
<p>Ada yang berbeda untuk liburan kali ini. Biasanya gue langsung cabut ke Balikpapan buat lebaran di sana. Untuk kali ini gue bakal ngerayain lebaran di kampung halaman kedua orang tua gue, Tulungagung, karena semenjak merantau ke Balikpapan, orang tua gue belum pernah lebaran di kampung halamannya. Selain itu, udah lebih dari 3 tahun kakek dan nenek nggak pernah ketemu gue dan berkumpul di rumahnya saat lebaran. Karena alasan2 itulah gue akhirnya mengalah dan nggak lebaran di Balikpapan bareng teman2 yang lain.</p>
<p>FYI, meskipun gue asli dari lahir sampe besar di Balikpapan, tapi orang tua gue orang Tulungagung tulen. Yang belum tahu itu di daerah mana, Tulungagung adalah sebuah kota di Jawa Timur. Di sana gue menginap di rumah kakek dan nenek dari ibu.</p>
<p>Akhirnya tanggal 25 Agustus 2011 gue naik bis jurusan Bandung-Kediri, karena nggak ada bis yang langsung menuju ke Tulungagung. Gue berangkat jam 4 sore, sampe di Kediri jam 8 pagi besoknya, ditambah sekitar 2 jam perjalanan menuju tujuan akhir. Tepos banget deh bokong, sempat mati rasa kayaknya. Bagi yang belum pernah nyobain naik bis selama 18 jam, coba deh sekali2. Tingkat kebosanan dan kesintingan akan benar2 teruji karena dijamin kita nggak bakal punya kerjaan, kecuali kalo teman seperjalanan yang duduk di sebelah Anda ternyata adalah Tiffany atau Yuri SNSD. Yah kalo nggak dapet <em>member</em> SNSD, boleh deh personel 7 Icons atau CherryBelle. Nggak ada yang original, yang KW super juga boleh.</p>
<p>Meskipun Tulungagung adalah sebuah kota tapi kakek dan nenek gue tinggal di sebuah desa yang bernama Desa Pakel. Sejauh mata memandang kebanyakan isinya sawah2 dan gunung2. Layaknya sebuah desa, di sini sepi banget. Cuma ada sedikit orang yang lalu lalang di jalanan. Beda banget sama suasana di Bandung. Apalagi kalo dibandingkan sama gimana suasana Dago dekat2 waktu buka.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00170.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-391" title="DSC00170" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00170.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>mejeng dulu sebelum masuk ke dalam Jatim Park</em></p>
<p>Kebetulan kali ini orang tua ngajakin gue jalan2 sekeluarga ke Malang. Dengan menggunakan mobil, kita semua berangkat ke sana jam setengah 7 pagi. Perjalanan menuju Malang menghabiskan waktu sekitar 3 jam untuk sampai di pusat kota. Meski begitu, tujuan kita adalah mengunjungi Jawa Timur Park yang terletak di Kota Batu. Jadi butuh waktu sekitar setengah jam lagi untuk menuju ke sana. Rencananya kita jalan2 di kota apel itu selama sehari, jadi breng pagi balik sorenya.</p>
<p>Ternyata Jatim Park merupakan tempat rekreasi keluarga yang sangat luas, gue sekeluarga berhasil dibuat pegel2 jalan di sana seharian. Di bagian awal taman ini terdapat miniatur tentang budaya2 di Indonesia, taman ilmu pengetahuan, informasi tentang hewan2 yang interaktif, hingga miniatur sejarah2 Indonesia. Pokoknya berhubungan dengan yang bersifat edukatif deh. Dijamin buat yang punya anak balita atau seumuran anak SD, tempat ini bisa jadi pilihan yang oke banget untuk berlibur. Ditambah wahana permainan di sana yang ‘sumpah gokil abis’. Lumayan deh ada 3-4 wahana permainan yang sukses bikin jantung gue nyaris copot. Kalo dibandingkan sama BCL (Bandung Carnival Land) yang ada di Bandung, jelas lebih oke yang ada di sini. Penataan Jatim Park juga dibuat cukup rapi dan pengelolaannya diatur dengan baik (gue melihat wahana2 senantiasa di-<em>check</em> oleh petugasnya begitu tidak ada pengunjung). Ditambah kebersihan dan kenyamanan fasilitas di sana selalu terjaga. Puas jalan2 seharian, gue akhirnya balik lagi ke Tulungagung.</p>
<p><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00304.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-392" title="DSC00304" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00304.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00309.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-393" title="DSC00309" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00309.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00315.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-394" title="DSC00315" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00315.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00319.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-395" title="DSC00319" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00319.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>SUMPAH &#8211; semua hal ini sukses bikin perut mules</em></p>
<p>Di desa ini gue bener2 disuguhkan pemandangan yang kontras dengan di kota, dalam konteks yang positif. Ikatan kekeluargaan di sini sangat erat di antara warganya. Gue dan bapak gue menyempatkan diri solat isya dan taraweh di sebuah masjid di sana. Uniknya, usai solat orang2 berkumpul di teras masjid untuk mendengarkan ceramah dari khatib. Kebetulan waktu itu adalah malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, ternyata warga di sana memiliki tradisi memberi makanan berupa nasi kotak di masa2 itu. Tradisi yang baru gue ketahui, itung2 beramal di malam yang kemungkinan besar adalah malam Lailatul Qadar.</p>
<p>Yang unik lagi, dalam perjalanan pulang dari masjid menuju rumah gue melihat bintang di langit. Tapi setelah dilihat dengan lebih baik ternyata itu bukan bintang karena ‘bintang’ ini memancarkan cahaya warna merah dan biru yang berkelap-kelip. Setelah gue nanya ke bapak, ternyata itu adalah layang2 yang biasa diterbangkan oleh anak2 di sini saat sore hari. Layang2 itu diberi lampu kecil berwarna dengan tenaga dari sebuah baterai kecil, cukup untuk menyalakan lampu semalam suntuk. Suatu keunikan yang baru gue lihat. Gue heran aja mereka bisa menerbangkan layang2 setinggi itu sampe2 gue nganggap itu bintang. Luar biasa. Meskipun di desa ini tidak memiliki langit dengan taburan bintang, tapi anak2 di sini ‘menebar’ sendiri bintang2 ke langit malam.</p>
<p>Di malam takbiran gue juga melihat sesuatu yang tak kalah uniknya. Walaupun di sini merupakan daerah yang sepi namun itu tak membuat antusiasme warganya berkurang dalam merayakan malam takbiran. Sebuah mobil <em>pick up</em> mengangkut warga yang kebanyakan adalah anak kecil sambil mengumandangkan takbir dengan pengeras suara, diiringi tarian barongsai yang meliuk2 dengan anggun di depannya. Nggak sampe situ aja ternyata ada atraksi sepakbola api yang didemonstrasikan sambil berlari2 di tengah jalan (inget, jalanan di sini nggak serame Bandung). Luar biasa. Di kala orang2 di kota (mungkin) sudah kehilangan gairah di malam takbiran, bocah2 ini mampu membuat tradisi ini tetap terjaga dengan caranya sendiri.</p>
<p>Meskipun begitu, ada juga tradisi di sini yang menurut gue (dan ibu gue) kurang cocok dilaksanakan. Orang2 di daerah ini masih melaksanakan tradisi syukuran setiap kali mereka mendapatkan rezeki, dalam konteks yang berlebihan. Misalkan nih, kalo habis panen ngadain syukuran, punya anak ngadain syukuran, anak ulang tahun syukuran lagi, dan masih banyak lagi lah hal2 yang sebenernya nggak perlu dirayakan dengan syukuran. Mungkin dalam setahun 1 keluarga bisa ngadain lebih dari 5 kali syukuran. Secara orang kota aja nggak sesering itu. Lah kalo hidangan makanan yang dibagi2kan itu nasi dengan 3-4 jenis lauk aja sih nggak masalah, di sini umumnya yang dibagikan umumnya nasi dengan 6-7 jenis lauk! Kebayang kan berapa banyak biaya yang mesti dikeluarkan setiap kali ngadain syukuran.</p>
<p>Bagus sih maksud sebenernya, saling berbagi dan bersyukur atas nikmat yang diberi Tuhan, tapi akan lebih baik apabila juga memperhatikan situasi diri sendiri. Padahal patut diketahui bahwa mayoritas warga di sini adalah petani yang penghasilannya nggak seberapa besar. Tapi berhubung sudah menjadi tradisi, kebanyakan masih memaksakan diri saja. Padahal Nabi nggak pernah menyuruh kita untuk memaksakan diri dan sudah memberikan tuntunan momen2 apa aja yang wajib dirayakan dengan syukuran (contoh : aqiqah).</p>
<p>Oh iya, di sini juga banyak terdapat warung makan dengan menu utama sate dan gulai kambing. Sebenernya enak banget sih menu yang satu ini, tapi gue juga rada parno soalnya kalo makannya nggak inget2 daratan. Bisa jadi lemak di perut plus kena darah tinggi bok! Gue nggak mau dong merusak potongan bodi yang sudah sangat memukau ini =p . Apapun, nampaknya orang2 di sini gemar banget menyantap daging kambing.</p>
<p>Mungkin itu tadi hanya secuplik dari banyak fenomena yang bisa gue amati di sini. Masih banyak hal lain yang baru gue lihat. Hal2 tadi juga semakin membuka mata gue lebih luas. Semoga Tuhan terus memberikan kesempatan seperti ini supaya gue bisa terus ‘melihat’ dunia.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00427.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-396" title="DSC00427" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00427.jpg?w=300&#038;h=226" alt="" width="300" height="226" /></a><em>alhamdulillah..kesampean juga lebaran dengan kakek nenek+keluarga komplit di kampung</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/389/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=389&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/09/02/story-from-tulungagung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f52f431c899f4989b4045f6c35261d25?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00170.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00170</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00304.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00304</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00309.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00309</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00315.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00315</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00319.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00319</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/dsc00427.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00427</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Lancar Jodoh</title>
		<link>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/09/01/doa-lancar-jodoh/</link>
		<comments>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/09/01/doa-lancar-jodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 08:20:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisnu Hariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[al galau]]></category>
		<category><![CDATA[cerita jalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnuhariyadi.wordpress.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Ramadhan emang bulan di mana orang2 berlomba2 melakukan kebaikan. Bulan yang sangat ditunggu2 sama setiap muslim di dunia ini nggak bisa dipungkiri selalu punya pesona tersendiri. Bahkan beberapa momen di bulan ini disulap menjadi semacam tradisi yang harus selalu ada tiap kali Ramadhan tiba. Misalnya aja buka bareng yang sekaligus menjadi ajang kumpul2 atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=332&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Ramadhan emang bulan di mana orang2 berlomba2 melakukan kebaikan. Bulan yang sangat ditunggu2 sama setiap muslim di dunia ini nggak bisa dipungkiri selalu punya pesona tersendiri.</p>
<p>Bahkan beberapa momen di bulan ini disulap menjadi semacam tradisi yang harus selalu ada tiap kali Ramadhan tiba. Misalnya aja buka bareng yang sekaligus menjadi ajang kumpul2 atau sekedar nongkrong bareng atau <em>sahur on the road</em> yang jadi acara rame2an dan cuma bisa dilaksanakan pas Ramadhan karena 99% manusia bumi akan milih tidur daripada bangun di pagi buta. Kenapa gue bilang tradisi? Karena kebanyakan orang2 melakukan aktivitas ini karena telah terbiasa dari tahun ke tahun dan (mungkin) meninggalkan esensinya sebagai salah satu ibadah. Indikasinya? Banyak aja tuh yang setelah buka bareng nggak solat magrib apalagi solat isya dan solat taraweh.</p>
<p>Tradisi lain yang nggak kalah populer di negara yang emang mayoritas penduduknya muslim ini adalah datang ke panti asuhan. Kalo udah waktunya bulan puasa nih, kayaknya hampir semua panti asuhan nggak pernah sepi dari kunjungan orang2. Biasanya yang dikerjain sewaktu menyambangi panti asuhan ya buka bareng anak2 panti, bakti sosial, penyumbangan donasi berupa uang, buku, atau pakaian layak pakai.</p>
<p>Hal itu juga gue alami di Ramadhan tahun ini bareng anak2 TERRA. Gue dan teman2 yang lain mengunjungi sebuah panti asuhan di daerah Tega Lega, Panti Asuhan Al Hilal namanya. Setelah berjuang menyusup di kemacetan sore hari menjelang buka selama 1 jam, akhirnya kita sampai juga di sana. Kita ke sana cuma modal 2 mobil buat ngangkut barang2 yang mau disumbangkan, sisanya pake motor supaya bisa nyelip2 di jalan.</p>
<p>Agenda pertama kami begitu tiba di panti asuhan itu adalah menunggu Akbar yang nyasar entah ke mana. Dia terpisah dari rombongan soalnya sore itu macet parah mulai dari dekat Pasar Baru sampai Taman Tega Lega. Emang sih papan nama panti asuhan itu juga nggak terlalu kelihatan dari jalan besar karena sedikit terutup sama pohon dan tiang listrik. Setelah kontak2an via hape, akhirnya Akbar sampai juga dengan selamat tanpa kekurangan apapun. <em>Hiphiphore!</em></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-333" title="5" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/5.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>musik angklung yang eksotis dari adik2 Al Hilal</em></p>
<p>Setelahnya kita semua masuk ke panti asuhan itu. Ternyata kita sudah disambut oleh puluhan anak2 panti asuhan tersebut yang kebanyakan masih duduk di bangku SD meskipun ada yang sudah menginjak bangku SMP atau SMA. Wajah anak2 kecil yang lugu ini membuat kami tertarik untuk berkumpul bersama mereka, sekedar untuk menanyakan nama atau bertanya sudah kelas berapa.</p>
<p>Di awal acara, ada sebuah permainan yang dipandu oleh Wieke untuk anak2 ini. Meskipun gue rada bingung cara mainnya, tapi itu bukan masalah karena ternyata anak2 kecil itu cukup menikmatinya dan itu bisa membuat mereka tertawa riang. Setelahnya, anak2 kecil itu menampilkan kesenian bermain angklung kepada kami. Gue pikir mereka udah pada jago, soalnya angklung2 itu tersusun dengan rapi di dalam panti asuhan sehingga mereka bisa setiap hari berlatih bermain angklung. Ternyata mereka baru belajar dan hasilnya terciptalah lantunan musik yang <em>random</em>. Apapun itu, yang terpenting mereka sudah berani maju dan mencoba memainkan angklung untuk kami. Mereka patut diapresiasi.</p>
<p>Begitu waktu berbuka tiba, kami bersama2 menyantap hidangan ta’jil. Anak2 kecil tersebut dengan bersemangat berebutan makanan yang telah disiapkan. Setelah itu, kami solat magrib berjamaah di masjid dekat panti asuhan itu. Usai solat, kami kembali ke panti asuhan untuk makan besar bersama. Sambil menikmati makanan, kami disajikan penampilan musik dari anak2 TERRA 09 yang menyanyikan lagu Tombo Hati. Kemudian, anak2 kecil ini menawarkan diri untuk memberikan performance dengan bernyanyi. Gue sendiri nggak terlalu tahu mereka nyanyi apa tapi melihat mereka tertawa puas seperti itu cukup membuat gue ikut tertawa, ditambah tingkah mereka yang terkadang kocak dan tak terduga.</p>
<p><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-334" title="3" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-335" title="4" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/4.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>anak2 ikut bernyanyi untuk meramaikan (atau menghebohkan?) acara</em></p>
<p>Di akhir acara, seorang bapak pimpinan panti asuhan memimpin doa bersama. Di tengah2 untaian doa yang berbahasa Arab, tiba2 bapak itu mengucapkan doa yang kurang lebih seperti ini</p>
<p><em>“Semoga teman2 dari Teknik Geofisika ini dimudahkan dalam segala urusannya..”</em></p>
<p><em>“Amin..</em>”, dalam hati gue</p>
<p><em>“Semoga mereka selalu sukses dalam setiap langkahnya..”</em></p>
<p>Lagi-lagi, <em>“Amin..”</em></p>
<p><em>“Semoga mereka diberi kekuatan dan dimudahkan untuk bisa segera lulus..”</em></p>
<p><em>“Amiin!”</em>, mahasiswa tingkat akhir wajib meng-amin-kan doa yang satu ini nih</p>
<p><em>“..dan apabila mereka belum mendapatkannya, semoga mereka bisa segera menemukan <strong><span style="text-decoration:underline;">JODOH</span></strong> yang terbaik bagi mereka”</em></p>
<p>“AMIIIINNN!!”, kali ini dengan penekanan kata yang udah nggak santai. Maklum, mahasiswa STMJ (Semester Tujuh Masih Jomblo).</p>
<p>Bagi yang masih jomblo atau nggak laku2, nggak ada salahnya mencoba berkunjung ke panti asuhan waktu Ramadhan. Siapa tahu didoakan seperti itu. Insya Allah <em>tokcer</em> nembus langit ke tujuh.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-336" title="1" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>di panti asuhan kita bisa mengetahui siapa aja yang emang suka anak kecil (atau yang pedofil)</em></p>
<p>Melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah anak2 yang telah kami kunjungi itu cukup menimbulkan kesan bagi gue. Mereka masih bisa berbahagia dan bersyukur di kala (kemungkinan) hidup mereka nggak seberuntung gue. Sedangkan gue terkadang masih suka galau dan ngeluh ketika Allah memberikan sedikit permasalahan ke gue. Banyak tugas ngeluh, mata kuliah bikin pusing ngeluh, proposal permohonan KP nggak di-<em>approve</em> ngeluh, disuruh <em>push up</em> ngeluh, ngejomblo ngeluh (loh??). Padahal anak2 itu lebih dihadapkan ke situasi yang lebih sulit. Mungkin orang tua mereka kesulitan dana, mungkin mereka nggak bisa ngelanjutin sekolah lagi, atau mungkin mereka sudah ditinggal orang tua di usia sekecil itu.</p>
<p>Apapun, gue bisa belajar bersyukur dari anak2 kecil seperti mereka. Dan yang paling penting dari semua kisah ini adalah gue tahu harus ke mana supaya lancar jodoh.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-337" title="2" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>tampak gue, mbah, madya, dan ajay menutupi spanduk yang harusnya terlihat dalam foto ini</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=332&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/09/01/doa-lancar-jodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f52f431c899f4989b4045f6c35261d25?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Champions League is Coming to the Town!</title>
		<link>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/09/01/champions-league-is-coming-to-the-town/</link>
		<comments>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/09/01/champions-league-is-coming-to-the-town/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 05:24:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisnu Hariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[football time]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnuhariyadi.wordpress.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 25 Agustus 2011 Di tengah2 kebosanan yang teramat sangat, gue mengambil hape dari saku celana sebelah kanan gue. Kenapa bosan? Gue akan (dan sedang) melakukan perjalanan selama hampir 18 jam ke Tulungagung dengan naik bis, salah satu kendaraan yang paling gue hindari kalo travelling tapi sayangnya takdir berkata lain kali ini. Gue termasuk orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=324&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 25 Agustus 2011</p>
<p>Di tengah2 kebosanan yang teramat sangat, gue mengambil hape dari saku celana sebelah kanan gue. Kenapa bosan? Gue akan (dan sedang) melakukan perjalanan selama hampir 18 jam ke Tulungagung dengan naik bis, salah satu kendaraan yang paling gue hindari kalo <em>travelling</em> tapi sayangnya takdir berkata lain kali ini.</p>
<p>Gue termasuk orang yang jarang nyentuh hape kalo nggak perlu2 amat. Gue juga nggak perlu sering2 melototin hape buat ngeliat SMS yang masuk karena gue masih single jadinya nggak bakalan ada cewek yang menanyakan hal2 seperti <em>“Udah mumz blum? buruan mumz sana, ntar sakit looh” </em>atau <em>“Lagi dimana say? kangeen niich”</em>. Yah paling maksimal juga gue make hape buat internetan.</p>
<p>Gue langsung membuka aplikasi Opera Mini dan mencari berita2 terbaru seputar sepakbola di<em> <a href="http://www.detiksport.com/sepakbola/">www.detiksport.com/sepakbola</a></em>. Gue penasaran sama hasil drawing grup Liga Champions 2011/2012 yang memang dilaksanakan hari itu. Sesaat kemudian rasa penasaran itu berganti dengan rasa <em>shock </em>setelah membaca satu baris kalimat.</p>
<p><a href="http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/08/25/234017/1711496/1033/barca-milan-satu-grup">Drawing Liga Champions : <strong></strong><strong><span style="text-decoration:underline;">Barca-Milan Satu Grup</span></strong></a></p>
<p>Jderrrr! Di antara 31 tim yang bisa dilawan kenapa coba Milan harus ketemu Barca??!</p>
<p>Setelah menenangkan diri yang kalap sesaat, gue langsung mencari hal2 positif yang ada meskipun hal itu hampir nggak mungkin. Siapa sih yang mau berurusan sama Barcelona saat ini? Maka tim yang levelnya paling mendekati kekuatan Barca seperti MU dan Real Madrid aja dibuat seakan2 mereka baru main bola. Coba liat Rooney atau Chicharito di final Liga Champions musim lalu atau Cristiano Ronaldo dan Casillas di kompetisi La Liga saat harus ketemu Barca. Kehebatan dan kesaktian mereka seakan hilang tak berbekas ketika berhadapan dengan pemain macam Xavi, Iniesta, Puyol, David Villa, dan terutama Messi, pemain paling sakti sejagad raya.</p>
<p>Sebenernya tanda2 bakal ketemunya Milan-Barca ini udah gue endus beberapa hari yang lalu. Soalnya nggak ada angin nggak ada petir, tahu2 si bos Berlusconi ngasih komentar kalo <a href="http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/08/24/061913/1709744/75/-sukses-barca-50-keberuntungan-">kesuksesan Barca itu 50% hoki</a>. Si Allegri juga sebenernya rada was2 sih sama Barca karena menurut doi <a href="http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/08/24/225552/1710621/1033/allegri-cuma-khawatirkan-barca">cuma Barca yang bisa menjegal Rossoneri</a> di Liga Champions. Emang ya kalo kita nggak mau ketemu atau dapat sesuatu pasti Tuhan malah ngasih hal itu ke kita.</p>
<p>Ah, ternyata masih ada sisi positifnya sodara2! Pas gue lihat penguni grup lainnya ternyata Milan cuma tergabung dengan BATE Borisov dan Viktoria Plzen, hohohoho. Bukannya sombong tapi dua tim ini nampaknya baru pertama kali (atau jarang) nongol di Liga Champions (LC). Padahal di LC itu pengalaman dan kematangan tim bener2 diuji dibandingkan skill tim itu sendiri. Gue cuma lihat BATE Borisov waktu gue main game Football Manager di laptop. Viktoria Plzen? Gue malah baru tahu ada klub itu di Eropa. Apapun, peluang Milan untuk lolos ke fase berikutnya cukup besar meskipun kemungkinan besar cuma bakal berstatus runner-up grup.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/allianz-arena-in-germany_unique-design_5473.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-325" title="Allianz-Arena-in-Germany_Unique-design_5473" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/allianz-arena-in-germany_unique-design_5473.jpg?w=300&#038;h=222" alt="" width="300" height="222" /></a><em>panggung pertarungan final Liga Champions 2011/2012</em></p>
<p>Supaya (kelihatan) lebih analitis, gue bakal memberi sedikit ulasan, peluang, dan prediksi tentang tim di grup ini. Oh iya, Milan tergabung di grup H bro.</p>
<p><strong>FC Barcelona :</strong> Tim dengan label tim terbaik di Eropa dan dunia saat ini. Juara bertahan La Liga Spanyol dan Liga Champions. Dengan materi pemain2 terbaik di setiap lini, nggak heran Barca selalu jadi favorit juara LC setiap tahunnya. Sebut aja Valdes, Puyol, Pique, Xavi, Iniesta, Villa, dan Messi, mereka semua adalah pilar di timnas masing2. Permainan <em>tiki-taka</em> yang enak dilihat selalu disuguhkan. Bahkan gue juga (dipaksa) suka ngeliat Barca main karena bola selalu mengalir dari kaki2 pemainnya. Cuma kecelakaan pesawat tim Barca dan ke-tidak hoki-an yang bisa menjauhkan Barca dari trofi LC. <strong><span style="text-decoration:underline;">Prediksi : Juara grup H</span></strong></p>
<p><strong>BATE Borisov :</strong> Tim juara liga Belarusia. Ternyata di musim 2008/2009 tim ini pernah nongol di LC tapi kurang hoki karena satu grup dengan Juventus, Real Madrid, dan Zenit St. Petersburg. Hasilnya udah tertebak, mereka jadi juru kunci kala itu. Tim ini adalah timnya Aliaksandr Hleb (eks pemain Arsenal dan Barcelona) waktu doi masih junior, jadi kayaknya tim ini adalah tim terbaiknya Belarusia. Yang patut diwaspadai dari tim macem ini adalah kekompakan dan kerja sama tim yang lebih oke karena mereka sadar mereka nggak punya pemain bintang. <strong><span style="text-decoration:underline;">Prediksi : Peringkat 3 grup H</span></strong></p>
<p><strong>Viktoria Plzen : </strong>Tim juara liga Ceko. Ini adalah pengalaman pertama bertanding di LC. Nggak banyak yang bisa diketahui dari tim ini, tim paling misterius di grup ini. Yang paling diwaspadai nampaknya adalah karakter bermainnya yang kemungkinan akan keras dan mengutamakan fisik, yang merupakan ciri permainan tim Eropa Timur. <strong><span style="text-decoration:underline;">Prediksi : Kuncen alias juru kunci grup H</span></strong></p>
<p><strong>AC Milan :</strong> Tim juara Serie A Italia dan satu2nya tim yang gue cintai selama 9 tahun dengan hati tulus yang terdalam (lebay mode : ON). Milan adalah salah satu tim juara LC terbanyak dengan 7 kali juara. Kekuatan paling utama dari tim ini adalah perpaduan pengalaman dan kematangan yang ada dalam sosok seperti Ambrosini, Seedorf, Gattuso, Nesta, Van Bommel, dan Inzaghi serta skill dan kesaktian dari pemain seperti Pato, Ibrahimovic, Robinho, dan Thiago Silva. Ditambah kejeniusan dari pelatih Max Allegri dan beberapa rekrutan pemain terbaru potensial macam Mexes, Taiwo, dan Aquilani, diyakini Milan adalah salah satu kandidat juara Liga Champions musim ini bersama Barcelona. Okey, asumsikan tim2 besar lain seperti Inter, Madrid, Chelsea, MU, atau Munchen lupa bayar uang pendaftaran LC jadinya mereka didiskualifikasi. <strong><span style="text-decoration:underline;">Prediksi : Runner up grup H dan (calon) juara Liga Champions 2011/2012</span></strong></p>
<p>Yak, itulah ulasan gue tentang grup ini yang sangat mengedepankan objektivitas, pengamatan cermat, dan analisis mendalam di tiap aspek kehidupan tanpa mengesampingkan sisi manusiawi. Yang pasti musim ini dipastikan akan terjadi kembali pertarungan dahsyat dari 32 tim di Eropa yang akan berebut tiket menuju Allianz Arena, Jerman, <em>venue</em> final LC musim ini. Semua tim bebas menggunakan apapun untuk meraih lambang supremasi tertinggi klub2 Eropa ini. Skill, fisik, permainan bola pendek, serangan bola langsung, atau keroyokan bak sepakbola tarkam halal dipake di sini selama nggak pake nyogok karena sepakbola Eropa tingkat kedisiplinannya lebih ketat daripada sepakbola di Indonesia. Namun seperti yang udah diutarakan, <em>Champions League is all about experience</em>.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/champions_league_2007_1_1280x1024.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-326" title="champions_league_2007_1_1280x1024" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/champions_league_2007_1_1280x1024.jpg?w=300&#038;h=240" alt="" width="300" height="240" /></a><em>semoga momen ini bisa Milan ulangi di kompetisi musim ini, Amiin</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/324/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=324&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/09/01/champions-league-is-coming-to-the-town/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f52f431c899f4989b4045f6c35261d25?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/allianz-arena-in-germany_unique-design_5473.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Allianz-Arena-in-Germany_Unique-design_5473</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/09/champions_league_2007_1_1280x1024.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">champions_league_2007_1_1280x1024</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Happy Crazy Holiday</title>
		<link>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/08/03/happy-crazy-holiday/</link>
		<comments>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/08/03/happy-crazy-holiday/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 04:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisnu Hariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[bolang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnuhariyadi.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[30 Juli 2011. Ini hari Sabtu dan ini masih dalam suasana libur semester. Jam dinding di kosan masih menunjukkan pukul 7 pagi dan gue udah siap2 mandi. Ada apa gerangan? Apa tadi malam ada alien datang ke kosan gue trus mereka ngasih gue pil rajin? Hooo, tidak bisaa. Yap, hari ini gue dan teman2 satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=309&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>30 Juli 2011. Ini hari Sabtu dan ini masih dalam suasana libur semester. Jam dinding di kosan masih menunjukkan pukul 7 pagi dan gue udah siap2 mandi. Ada apa gerangan? Apa tadi malam ada alien datang ke kosan gue trus mereka ngasih gue pil rajin? Hooo, tidak bisaa. Yap, hari ini gue dan teman2 satu SMA gue mau jalan2 keliling Bandung! Yuhuuuu!</p>
<p>Setelah hari2 kemaren cuma dihiasi dengan ber-stalking ria di FB dan twitter tanpa tujuan yang jelas, gue akhirnya bisa melepas kegundahan kaki yang udah nggak sabar ‘minta jatah’ jalan2. Sebenernya awal mula jalan2 ini dimulai dengan adanya <em>request</em> dari seorang temen gue yang namanya Mia. Dia nyuruh gue buat ngatur2 acara jalan2 buat kita2, yang tak lain adalah bubuhan gue sendiri. Hmm, bubuhan itu mungkin sama artinya cem barudaks kalo buat urang Bandung. Bener nggak sih? Lupakan. Anggap iklan.</p>
<p>Nah, sebagai seorang teman yang baik gue langsung <em>browsing </em>di internet tentang tempat2 wisata di Jawa Barat. Awalnya gue pengen ngajakin bubuhan ke Garut atau Sukabumi buat jalan2 ke Pantai Santolo atau Pantai Ujung Genteng, foto2 di internet nggak nahan euy kerennya! Tapi dengan pertimbangan yang matang (preet..), gue memutuskan bahwa jalan2 kali ini dilakukan di sekitar Bandung aja. Pertimbangannya, sekarang lagi musim liburan dan pasti jalan macet banget. Dilihat dari info yang ada, perjalanan ke Garut membutuhkan waktu minimal 5 jam dan perjalanan ke Sukabumi butuh 7 jam dalam keadaan nggak macet. Melihat kondisi bubuhan yang masih pada baru pulang dari Balikpapan atau kota lain, kayaknya mereka bakalan nggak siap buat diajak jalan jauh.</p>
<p>Pilihan jatuh ke&#8230;jeng jeng jeng&#8230;jalan2 di Bandung! hahaha. Rencananya kita jalan2 ke Taman Maribaya dan Taman Kupu-kupu Cihanjuang. Sebenernya gue juga belum ke sana sih tapi hajar aja lah. Akhirnya hari itu kita langsung melakukan eksekusi rencana yang telah dibuat. Ada 8 orang yang bisa ikutan : gue, Hanif, Dipta, Sukma, Widi, Irfan, Deni, dan Yoel. Laahhh, sang pencetus ide Mia ke mana? Masih menjadi misteri kenapa dia nggak ikutan dan biarlah itu tetap menjadi misteri (wuusshhh..wuusshhh&#8230; &#8212;&gt; ini efek angin bertiup malam2 supaya keliatan misterius coy).</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2838.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-310" title="IMG_2838" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2838.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>foto dulu sebelum masuk Taman Maribaya</em></p>
<p>Karena kita sedang berada di Indonesia, kita berdelapan akhirnya berangkat jam setengah 10 alias molor ‘beberapa’ jam dari waktu yang ditetapkan buat ngumpul. Oh iya, Yoel cewe sendirian loh jadi dia paling ganteng di antara kita semua. Mungkin sudah suratan takdir yang membuat kita pergi ber-8, jadinya pas banget kita semua bisa saling boncengan. Yup, kita ber-marcopolo ria dengan motor. <em>‘Biar lebih asoy’</em>, itu alasan gue ke mereka. Padahal sebenernya karena kantong lagi kering. Hidup sudah susah kakak.</p>
<p>Setelah itu, kita langsung mengarahkan motor ke Lembang. Sekitar 45 menit kemudian, kita sudah tiba di depan pintu gerbang Taman Maribaya. Setelah gue spik2 sama penjaga di sana, kita beli tiket masuk dan kita memutuskan untuk membawa motor ke dalam kawasan taman. Selang 5 menit kemudian kita diharuskan memarkir motor karena kita harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Setelah melewati jajaran anak tangga yang menurun, akhirnya kita tiba juga di Curug Omas.</p>
<p>Suasana di sana bener2 sejuk boy, khas daerah dataran tinggi, dan ditambah suara gemuruh air terjun yang tepat ada di depan kami begitu selesai menuruni tangga. Di dekat air terjun ada jembatan dimana dari sana kita bisa menikmati air terjun dengan lebih dekat. Jembatan hanya boleh dinaiki 5 orang, sehingga kita harus bergantian untuk dapat menyebrang ke sisi lain. Ada banyak warung yang menjual berbagai makanan, umumnya makanan dan minuman hangat, dan orang2 yang menyewakan tikar yang berkeliaran di sana. Untuk melihat <em>view</em> curug dengan lebih bagus, kita turun ke jembatan yang ada di posisi yang lebih rendah dari jembatan yang pertama kita temui tadi. Di sekitar sana juga ada monyet yang berkeliaran tapi jumlahnya sedikit. Entah ada acara apa, tapi hari itu ada sekelompok orang datang bersama anjing2 mereka. Kalo anjing biasa sih santai aja, masalahnya anjing2nya besar2 bok! Malah ada yang cem serigala gitu tampangnya, nggak ngerti dah tipe apa itu. Udah gitu ada 3 ekor yang selalu ngeliatin gue tiap kali gue ngelewatin dia. Untung bokong gue nggak ‘dicium’ sama si dogi.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2854.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-311" title="IMG_2854" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2854.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>inilah curug yang kelihatan dahsyat di foto internet</em></p>
<p>Sebenernya yang bisa dibilang menarik di taman itu cuma Curug Omas yang barusan kita lihat tadi. Penjaga taman di sana bilang kalo ada curug lain yang bisa kita lihat tapi buktinya kita nggak nemu apapun. Ada juga pemandian air panas di sana tapi karena fasilitasnya nampak tak terawat dengan baik, kita jadi enggan masuk untuk sekedar mencelupkan kaki di sana. Di kawasan taman sebenarnya ada juga Goa Jepang dan Goa Belanda. Berhubung kita udah bosen di sana ditambah udah terlanjur kecewa karena ternyata di sana nggak sekeren foto2 yang ada di internet jadi kita langsung cabut dari sana. Untuk menuju kembali ke tempat parkir motor kita iseng2 treking lewat hutan yang ada di dalam kawasan taman. Kondisi trek yang datar dan nyaman ternyata bisa menipu bro! Dipta harus menghadapi kenyataan dirinya jatuh terduduk gara2 ada tanah yang licin waktu jalan menurun. <em>Hebatnya</em>, kita semua ketawa sepuasnya dulu baru nolongin dia.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2879.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-312" title="IMG_2879" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2879.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>hati-hati dipta yudistiro&#8230;</em></p>
<p>Setelah keluar dari Taman Maribaya, kita cari tempat makan siang dan solat zuhur. Kita akhirnya makan siang di Sambal Hejo. Pilihan yang akhirnya kita sesali karena harganya mahal dan porsinya sedikit. Hal yang sangat bertentangan dengan prinsip dasar mahasiswa, murah dan banyak. Lumayan lah karena tempatnya nyaman buat ngobrol2. Saat selesai makan, gue nyeletuk iseng ke yang lain</p>
<p><em>‘Eh, tau nggak sih Bandung Carnival Land di mana? Itu tuh BCL’</em></p>
<p>Nggak tau siapa yang jawab, tiba2 yang lain langsung bilang</p>
<p><em>‘Ayo dah jadikan kita ke sana! Sekalian karaokean aja kita, hari masih panjang coy!’</em></p>
<p>Udah jadi kodrat kayaknya kalo kita2 ini lebih suka rencana yang mendadak daripada rencana yang diatur jauh2 hari. Akhirnya kita memutuskan pergi ke BCL dan karaoke setelah mengunjungi Taman Kupu-kupu Cihanjuang. Selesai makan, kita mencari masjid terdekat untuk solat zuhur.</p>
<p>Perjalanan ke Cihanjuang ternyata cukup makan waktu karena semakin sore jalanan semakin macet. Mau malam mingguan nampaknya orang2. Akhirnya berbekal selembar peta sakti Widi, kita menemukan juga lokasinya. Ternyata di sana sepi banget cuy. Gue kira rame banget soalnya kan hari libur dan hari Sabtu. Ternyata orang2 lebih tertarik nyari kupu2 lain buat malam mingguan daripada kupu2 yang beneran, wkwkwk. Setelah bernarsis ria di depan pintu masuk, kita akhirnya beli tiket masuk deh. Di sana kita dapat pin bergambar kupu2 dan uniknya sebelum masuk ke dalam taman kupu2, kita dipinjami semacam topi bundar warna warni untuk dipakai. Di internet bilangnya supaya kupu2 tertarik ngedatangi kita karena mereka suka warna yang cerah2. Dan sekali lagi kenyataan mengajarkan pada gue untuk jangan terlalu percaya sebelum membuktikan sendiri karena kupu2 ini nampaknya nggak segitu gampangnya kita bo’ongin.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2882.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-313" title="IMG_2882" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2882.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>yuhuuu! udah nyampe di taman kupu-kupu</em></p>
<p>Di dalam taman yang berukuran sedang itu, memang ada banyak kupu2 yang beterbangan di sekitar bunga2. Nggak cuma kupu2 karena ada ulat yang nempel di daun2. Yang lebih oke, ukuran ulatnya besar2 boy! Kalo aja mereka tiba2 loncat ke muka gue, gue pasti langsung pingsan di tempat. Keren banget suasana di sana, pas banget dijadikan tempat untuk berfoto ria. Apalagi kita lagi pake topi cem petani gitu, serasa di pedesaan banget dah. Belum lagi kupu2 yang oke banget dijadikan objek foto. Sayang SLR Sukma lagi nggak ada, penyesalan terbesar hari itu. Habis itu, kita masuk ke rumah kecil yang isinya kepompong2 yang siap menjadi kupu2. Kepompong ini umumnya berubah jadi kupu2 di pagi hari dan mereka diletakkan dalam sarang tertutup supaya nggak dimangsa hewan lain. Beruntung kita bisa liat kupu2 yang sayapnya besar dan motifnya keren! Kata mas2 yang jagain, kupu2 itu bakal mati besok soalnya kupu2 tipe ini umurnya cuma 5 hari.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2936.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-314" title="IMG_2936" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2936.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>ini nih penampakan kupu-kupu paling besar hari itu</em></p>
<p>Oh iya, ternyata kupu2 ini emang siklus hidupnya singkat banget. Total dari wujud ulat sampe kupu2 itu mereka umumnya cuma berumur 5 bulan. Kupu2 itu juga mirip kek manusia loh soalnya si jantan umumnya bisa kawin sama 4 betina. Sama kan kayak manusia, hahaha. Nah kalo betina ini yang keren, mereka cuma kawin sama 1 jantan. Setia banget kan ya, co cwiiitt. Waktu kita godain Yoel <em>‘Kalo kamu setia nggak yul orangnya?’</em>, dia langsung jawab dengan tegas setengah nggak sans <em>‘Aku setia kok!’</em>. Iya deh lo setia orangnya yul, wkwkwk. Btw kupu2 betina ini bisa bertelur sampe 2-3 kali dalam hidupnya. Setelah puas keliling, kita keluar dari taman kupu2.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2939.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-316" title="IMG_2939" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2939.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><em>foto bareng kupu-kupu yang mampir ke tangan</em></p>
<p>Ternyata di sana ada kelinci2 juga! Jadi waktu kita iseng masuk ke taman bermain yang ada di sana, kita nemu kandang kelinci. Awalnya nggak kelihatan soalnya ditutupi terpal plastik. Kelinci ini lucu banget. Bahagianya masih ada hal2 unyu di dunia ini karena gue emang paling nggak bisa nolak sama yang unyu2. Sial bet dah gue dikerjain di taman ini. Jadi ceritanya gue disuruh masuk ke dalam suatu terowongan. <em>‘Masuk aja nu ke dalam, ntar kita fotoin dari sini’</em>, gitu kata yang lain. Entah karena gue yang bego atau otak gue nggak bisa mikir lagi, gue masuk aja ke dalam. Setelah merasa ada yang aneh karena suasana jadi hening, gue langsung keluar dari terowongan itu dan temen2 gue udah hilang kabur ninggalin gue. Sial!</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2914.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-315" title="IMG_2914" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2914.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>persahabatan bagai kepompong</em></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2959.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-317" title="IMG_2959" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2959.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>si kelinci unyu</em></p>
<p>Setelah solat asar, kita langsung cabut ke BCL. Ternyata lokasinya ada di Karangsetra. Gue baru nyadar kalo taman kupu2 tadi ada di luar kota Bandung. Pantesan rada asing jalanan yang gue lewatin selama perjalanan ke BCL. Kita nyempetin diri solat magrib di sebuah mesjid besar sebelum sampe di BCL. Nggak ngerti lagi dah di mana posisinya waktu itu. Setelah ngelanjutin perjalanan sekitar 15 menit, akhirnya tiba juga di BCL. Ternyata BCL ini baru2 aja dibuka, sekitar bulan Mei 2011 katanya. Tapi gue baru2 aja tahunya, itupun dari dari dunia maya doang. Nampaknya popularitas Trans Studio Bandung masih terlalu sulit untuk disaingi.</p>
<p>Meskipun begitu, ternyata di sana seru juga kok. Pas banget tempatnya buat rame2 seru-seruan. Ada roller coaster mini yang bentuknya ulat bulu (hari ini <em>full</em> ulat bulu ceritanya). Huwiii..kencang juga sih walopun ukurannya mini. Ada juga sepeda dan gue dengan begonya mikir kalo maksudnya itu kita naik sepeda fixie ato sepeda gunung gitu, ternyata maksudnya sepeda gantung bos! Sial lah, secara gue rada parno sama ketinggian walopun bukan phobia. Lumayan lah sepeda gantung itu, bisa diputar2 pula sepedanya, ahahaha. Teriak2 dah kita semua, apalagi sepedanya suka berasa miring ke kiri kanan. Yang terbaik teriakannya tak lain tak bukan adalah si Yoel. Mungkin satu BCL bisa denger kali. Partnernya Widi pula, dengan sintingnya dia muter2 sepeda nggak kira2.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2968.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-318" title="IMG_2968" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2968.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>nyampe juga di BCL</em></p>
<p>Puas teriak2, kita nonton di Cinema 4D. Lumayan sih di sini, bisa nonton sambil kursinya gerak2. Tapi yang paling ampas adalah gue kena semprotan air dengan telaknya di muka. Jekpot! Trus kita naik apalah itu namanya yang bisa muter2. Gila lah muternya, pol pusing. Gue ngebayangin kalo pas muter gitu tiba2 talinya lepas. Nggak puas pusing2, kita maen putar2 lagi di mangkok yang bisa muter2. Ini nggak kalah puyengnya bro. Bom-bom car! Lama banget nggak maen beginian, sumpah dah. Untungnya gue bareng anak2 sarap, jadinya puas bet nabrak2innya. Udah ilang dah kewarasan waktu itu, tabrak kanan kiri depan belakang nggak karuan. Nggak keitung berapa kali kaki gue kejeduk gara2 ditabrak2 <em>but it’s fun</em>, hahaha.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_3000.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-319" title="IMG_3000" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_3000.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>bom-bom car! woohoooo!</em></p>
<p>Wuoww, ternyata ada rumah hantu di sana. Jujur ini baru yang pertama buat gue masuk ke yang beginian. Karena cuma boleh berempat masuknya, kita undi anggota pake hompimpa. Apesnya lagi, gue barengan geng penakut yaitu si Yoel, Deni, Irfan. Yang paling (keliatan) berani sih Irfan doang, jadi dia yang paling depan. Sumpah deh gelap banget di dalem, langsung ciut gitu gue. Padahal awalnya gue pikir cupu banget orang2 bisa ketakutan di dalam tempat beginian. Sebenernya lebih ke ngagetin sih soalnya hantu2nya itu cuma boneka jadi nggak seberapa nakutin. Ngomong gitu juga tanpa sadar gue megang tangan Yoel kenceng2. Setelah gue nyadar akan kelontongan gue di tengah jalan, gue baru lepasin tangan Yoel. Harusnya cewe yak yang megang tangan cowo kalo di tempat begituan, yaudah lah. Nggak beberapa lama kemudian gue langsung dikagetin sama Deni dari belakang, <em>‘Lari woy! Kita dikejar!’</em>. Asem dah, gue langsung lari pontang panting nggak karuan padahal gue masih nyari napas waktu itu. Maka si setan pake mukul2 kaleng kerupuk pula biar kita tambah kenceng larinya. Sampe ke bagian akhir rumah hantu kita masih lari soalnya situasinya lagi kalut dan nggak diduga Deni ngomong ke gue, <em>‘Haduh nu, sepatuku ketinggalan di dalam’</em>. Gue bingung juga sih sebenernya soalnya kalo kita masuk juga di dalam gelap banget, nggak kelihatan apa2, jadi gue bilang ke dia buat nyuruh abang2 yang jagain di luar nyariin sepatunya. Kocaknya pas udah mau keluar, gue teriak gara2 ada mas2 yang ngagetin dari luar. Sebenernya dia diem aja sih, cuman dia munculnya tiba2. Sori ya mas udah gue teriakin di depan muka, hahahah.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_3034.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-321" title="IMG_3034" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_3034.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><em>cewe paling strong hari itu</em></p>
<p>Setelah menenangkan jiwa yang galau, kita masuk ke rumah kaca yang kecil banget ukurannya. Akhirnya kita masuk sesi foto2 di Lampion Garden dan sekitarnya. Ada macem2 bentuknya, ada yang Tom &amp; Jerry, Flintstone, balon udara, Superman. Tapi yang paling banyak ya bentuk hati dan lope2 gitu, pas banget dan buat pasangan yang sedang dimabuk asmara. Karena gue single <em>(simple &amp; available)</em>, akhirnya gue buat foto versi maho bareng Dipta dan Widi dengan latar hati karena dia jomblo juga, wkwkwk. Yoel paling banyak digilir sama cowo2nya buat foto bareng, maklum gan dia satu2nya cewe di rombongan jadi biar kita nggak keliatan maho2 amat.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_3029.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-320" title="IMG_3029" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_3029.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>maho detected gan!</em></p>
<p>Kelar foto2, ternyata kita udah pada tepar. Waktu itu udah jam 10 malam coy, berarti udah 12 jam lebih kita jalan2. Laper banget waktu itu soalnya kita makan siangnya sedikit banget (inget kan Sambal Hejo, hahaha). Setelah nentuin tempat makan, akhirnya kita mutusin makan malam di tempat yang banyak porsinya (dan murah tentunya) dan pilihan jatuh ke warung seafood di daerah Sekeloa. Di sini kita makan sepuas2nya dah. Pelampiasan capek, lapar, haus gara2 teriak2 di rumah hantu terbayar di sini. Selesai makan ada yang ngelempar wacana buat lanjut jalan buat karaokean lagi tapi karena fisik udah <em>angop </em>akhirnya karaoke kita relakan menjadi wacana aja daripada nyampe sofa karaoke kita semua pada tidur, bukannya nyanyi.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_3048.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-322" title="IMG_3048" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_3048.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>sikat semuaaaa!</em></p>
<p>Yak berakhirlah jalan2 gembira hari itu. Bukan tempat jalan2nya sih sebenernya yang seru, tapi kebersamaan dalam perjalanan selama kita berdelapan ber-marcopolo ria. Seperti kata om Greg Anderson :</p>
<p align="right"><em>It’s not the destination, but the journey</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=309&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/08/03/happy-crazy-holiday/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f52f431c899f4989b4045f6c35261d25?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2838.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2838</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2854.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2854</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2879.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2879</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2882.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2882</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2936.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2936</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2939.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2939</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2914.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2914</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2959.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2959</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_2968.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2968</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_3000.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_3034.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3034</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_3029.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3029</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/08/img_3048.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3048</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karsam Syahdu</title>
		<link>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/08/02/karsam-syahdu/</link>
		<comments>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/08/02/karsam-syahdu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 14:44:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisnu Hariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[bolang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnuhariyadi.wordpress.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Hari 1 (Senin 23 Mei 2011) Pukul 5 pagi, aku beserta mahasiswa S1 dan S2 Teknik Geofisika ITB yang lain telah bersiap-siap di Stasiun KA Bandung untuk bertolak ke Kebumen. Yap kami semua akan melakukan kuliah lapangan di Karangsambung, Kebumen yang terletak di provinsi Jawa Tengah. Sejujurnya rasa kantuk masih tak tertahankan karena semalaman aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=232&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hari 1 (Senin 23 Mei 2011)</strong></p>
<p>Pukul 5 pagi, aku beserta mahasiswa S1 dan S2 Teknik Geofisika ITB yang lain telah bersiap-siap di Stasiun KA Bandung untuk bertolak ke Kebumen. Yap kami semua akan melakukan kuliah lapangan di Karangsambung, Kebumen yang terletak di provinsi Jawa Tengah. Sejujurnya rasa kantuk masih tak tertahankan karena semalaman aku tidak bisa benar-benar beristirahat akibat gelisah tanpa sebab. Tapi kegelisahan itu akhirnya terjawab, sekitar jam 4 pagi, secara mendadak tempat keberangkatan dipindah dari awalnya di Stasiun Kiaracondong ke Stasiun Hall! Alasannya ratusan suporter Persebaya atau yang terkenal dengan julukan Bonek sedang berada di Stasiun Kircon. Sudah tahu kan semuanya kelakuan mereka kalau lagi rame-rame gitu? Jadi untuk menghindari hal yang tak diinginkan, kita akhirnya pindah posisi.</p>
<p>Padahal waktu itu aku sengaja menginap di kosan teman a.k.a Dipta Yudhistira yang posisinya nggak jauh-jauh dari Stasiun Kircon. Akhirnya setelah ngucek-ngucek mata memastikan nggak lagi mimpi ngeliat SMS “kejutan”, aku langsung bersiap-siap untuk gosok gigi dan cuci muka seadanya. Lalu aku membangunkan Dipta yang masih tidur untuk mengantarkan aku ke stasiun. Perubahan rencana mendadak memang jarang berakhir bahagia.</p>
<p>Singkat cerita, aku dan rombongan berangkat dari stasiun sekitar jam 8 pagi. Bagus kan? dua jam-an menunggu di stasiun karena berbagai macam problematika klasik yang tak perlu disampaikan. Kami menaiki gerbong kereta kelas ekonomi, sejujurnya itu pengalaman pertama aku naik kereta yang kelas ekonomi. Ternyata keadaannya nggak seburuk yang diceritakan sama orang-orang, kondusif aja tuh buktinya.</p>
<p>Di awal perjalanan, semuanya masih bersenang-senang. Ada yang ketawa-ketawa, bercanda, merekam perjalanan di kereta dengan handycam, atau main game. Pokoknya atmosfir bahagia deh, hahaha. Bahkan ada seorang teman yang mendapatkan buku teka-teki silang (tahu kan wujudnya? Itu tuh yang ada gambar cewek dengan pose-pose yang “menantang”, haha). Tapi momen terbaik dari iseng-iseng ngisi tts itu tak lain tak bukan datang dari togi alias sang briptu norman dari terra. Gile aja! secara aku, nunu, hanif bokep (dan ditambah sedikit bantuan dari paksin) udah ngeroyok satu halaman tts tetap aja ada kosongnya, lah dia pas turun tangan sendiri, satu halaman tau2 udah penuh aja! selidik punya selidik, ternyata togi adalah atlet kejurnas mengisi tts se-indonesia sobat! Gimana nggak? tau nggak kalian istilah lain belut, 3 kotak?? dan si anak ajaib ini bisa menjawabnya, jawabannya adalah MOA!</p>
<p>Dan petaka itu datang juga. Ternyata semakin siang isi kereta tempat kita duduk makin tak kondusif. Panas, pengap, lapar, terinjek2, bau bercampur jadi satu. This is the REAL economy class! yeah! Yak, singkat cerita kita semua udah nyampe di stasiun kebumen jam setengah 4 sore. Sambil setengah menahan pegel2 akibat cuma duduk doang di kereta, kita langsung ke bis2 yang sudah menunggu untuk mengantar kita ke Karangsambung. Di luar perkiraan, ternyata perjalanan ke sana cuma menghabiskan waktu sekitar setengah jam (perkiraan awal 1 jam lebih). Kita menginap di asrama milik LIPI selama di sana. Setibanya di sana, aku langsung nyari kamar buat melepas lelah dan akhirnya aku, hanif bokep, dias, dan arif menjadi penghuni kamar asrama totogan 11. Hari itu nggak ada banyak hal yang bisa dikerjakan. Setelah istirahat dan bersih2, kita semua makan malam dan mengikuti kuliah (walaupun dengan hati berat).</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/06/totogan11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-239" title="totogan11" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/06/totogan11.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><em>para penghuni totogan 11</em></p>
<p><strong>Hari 2-7 (24-29 Mei 2011)</strong></p>
<p>The true adventure begins! Yap, hari pertama semua peserta karsam masih dipenuhi dengan ekspektasi membuncah di dada. Setelah sarapan, kita mengulang kembali tentang ilmu medan peta dan kompas (bahasa gaolnya IMPK) serta orientasi dalam geologi. Hari itu kami didampingi oleh pak budi, seorang dosen geologi. Setelah sekitar 1 jam kita mempelajari ulang tentang hal tersebut, kita langsung capcus ke lapangan. Dan tahukan anda sodara2? dalam sekejap semangat ala pejuang kemerdekaan saya di awal cuma bertahan sekitar 3 jam! gimana nggak?? ternyata panasnya karangsambung nggak ada lawannya cuy! Bahkan buat orang yang belasan tahun tinggal di Balikpapan yang notabene daerah panas seperti saya pun dipaksa angkat tangan. ampuunn DJ!!! Pokoknya buat orang2 yang mau kulitnya lebih eksotis, saya recommend banget lah untuk pergi ke karangsambung. Trust me!</p>
<p>Karena panas yang luar biasa itu juga aku bener2 nggak fokus seharian. Ditambah juga selama perjalanan itu kita nggak cuma sekedar jalan aja, kita disuruh nge-deskripsikan singkapan batuan yang ditemui woi! FYI, ini pertama kalinya buat kita ngerjain hal beginian. Kalo buat geologis sih yang kayak gini emang udah kerjaannya, mungkin udah jadi semacam “sarapan” rutin kali ya. Tapi berhubung 6 hari pertama kita harus belajar geologi karangsambung, mau nggak mau kita juga harus bekerja layaknya geologis.</p>
<p>Dan benar saja, selama 6 hari itu kita bener2 “digembleng” untuk bisa menjadi geologis. Singkatnya, selama 6 hari itu aku jadi tersadar bahwa jadi seorang geologis itu ternyata nggak gampang dan emang terbukti keras. Kita dituntut untuk bisa fokus dalam hal otak, mental,dan fisik selama perjalanan. Yah mungkin ada beberapa orang yang nyebut kalo mereka itu kerjanya cuma ngetok2 batu atu mirip kuli karena kerjanya di lapangan, tapi seandainya orang2 itu langsung ngerasain di lapangan, ane jamin dah pandangan macam itu langsung hilang. Yah walopun capeknya pol-polan, tapi jujur sih dari 6 hari itu ilmu geologiku jadi nambah banget. Emang ya cara terbaik untuk memahami ilmu itu dengan cara melakukannya langsung, walaupun itu dengan terpaksa. hahaha</p>
<p>Yang paling berkesan dari kuliah geologi ini sebenernya ada di hari pertama. Waktu itu aku bener2 kaget banget karena baru hari pertama tapi kita udah “digenjot” banget fisik plus ilmu geologinya. Udah gitu dosen hari itu alias pak budi semangat banget jalannya, sampe2 kita yang masih muda nggak jarang ditinggal waktu jalan. Gila lah pokoknya, capeknya bikin tulang, otot, sendi serasa rontok semua. Tapi semua capek hilang waktu kita ke puncak Wagir Sambeng. Subhanallah banget lah waktu ngeliat pemandangan dari puncak situ! Dari sana serasa kita bisa ngeliat semua daerah Karangsambung yang rupanya super duper eksotis. Ada view gunung paras sama gunung waturanda plus lembah di tengah2nya yang mantep banget, ditambah lagi view sungai luk ulo yang melingkar2 secara elegan mengitar kedua gunung tadi. Bener2 klasik lah, nggak ada lawannya.</p>
<p>Ada lagi waktu kita ketemu singkapan rijang di dekat puncak Wagir Sambeng tadi. Anehnya, kan rijang tu diendapkan di laut dalam tapi kok bisa ketemu singkapannya di atas puncak bukit? nah loh! Awalnya aku kira malah itu bukan singkapan rijang, tapi cuma batang pohon yang numpang nancep di puncak bukit (dasar orang sarap). Selain itu dari kuliah geologi itu, aku juga (makin) sadar kalo geologi dan geofisika itu bener2 saling melengkapi. Banyak lah cerita dan hikmah di balik kuliah geologi selama 6 hari itu, meskipun ngejalaninnya (sangat) nggak segampang ngomonginnya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/06/makan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-238" title="makan" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/06/makan.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" width="300" height="201" /></a><em>menunggu Pak Fatkhan ngebunyiin lonceng makan, ting ting ting&#8230;</em></p>
<p><strong>Hari ke 8-12 (30 Mei-3 Juni 2011)</strong></p>
<p>Setelah berjibaku dengan geologi, di 5 hari penghabisan ini kita akan lebih mendalami tentang aplikasi teknik geofisika. Yang paling membahagiakan dari kuliah lapangan geofisika ini adalah kita jauh lebih saaanss alias nyantai bangettt! Kalo biasanya kuliah geologi mulai jam 8 pagi pulang jam 6 sore, kalo geofisika mulai jam 8 pulang bisa makan siang di asrama! Pokoknya bahagianya tak terkira lah, mungkin jauh lebih bahagia daripada bahagianya messi ngangkat trofi liga champion. Soalnya panasnya bener2 luar biasa ditambah medan yang bukan medan untuk manusia kota. So, sejak hari itu aku bisa merasakan nikmatnya tidur siang di karsam. huahaha</p>
<p>Bahkan beberapa teman2 ada yang memanfaatkan waktu yang sangat luang itu dengan berusaha menaklukkan puncak tertinggi di Karangsambung, yaitu Gunung Paras. Walaupun tingginya cuma 500 meter-an, tapi medannya punya tantangan tersendiri karena jalur pendakiannya luar biasa sulit. Sebenernya ada jalur yang lebih mudah tapi sayangnya kebanyakan pada nggak tahu soal ini. Ada juga yang mengisi waktunya dengan menggalau ria, main bola, dsb.</p>
<p>Semakin mendekati hari kembali ke bandung, aku malah ngerasa agak sedih juga. Emang sih yang namanya perpisahan pasti nggak jauh2 dari sedih. Cara menghilangkan perasaan itu? gampang. Aku langsung ngebayangin gimana panasnya karsam dan pegelnya badan di sini. Dalam sekejap aku langsung pengen cepet2  sampe di bandung. Oh iya, selama di karsam aku dan anak2 yang lain juga suka mampir ke warung yang ada di dekat LIPI. Menu andalan : PANSUS alias panta susu! Itu sebenernya soda gembira tapi pake soda yang ada rasa stroberinya (tau kan merknya apa? hehe). Di sana minum pansus udah serasa nemu emas satu kilo, segernya seolah bisa membelah teriknya mentari di karsama. Paling pas diminum kalo udah selesai kuliah lapangan alias di sore hari. Apalagi kalo ditambah mie rebus atau goreng..beehhh! rasanya dunia udah ada di genggaman tangan bro!</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/06/dsc00481.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-234" title="DSC00481" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/06/dsc00481.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><em>berfoto dengan latar gunung paling terkenal selama karsam, Gunung Brujul</em></p>
<p><strong>Hari terakhir (4 Juni 2011)</strong></p>
<p>Akhirnya kita harus berpisah karsam, hiks&#8230;(nangis bo’ongan padahal aslinya girang banget). Berakhir sudah kebahagiaan (baca : penderitaan) ini. Nggak ada lagi menu yang itu2 aja alias nasi tahu tempe, nggak ada lagi teror tugas, nggak ada lagi ancaman2 buat yang telat. Tapi emang sih semua itu nggak ada apa2nya kalo dibandingkan kenangan yang didapat. Kebersamaan dan kekeluargaan rasanya sudah terpupuk dengan sendirinya di sini (yang ini beneran, sius menn!). Okey karsam, semoga suatu hari kita bisa bertemu lagi (tentunya bukan dengan status sebagai peserta kuliah lapangan lagi).</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/06/geologi.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-235" title="geologi" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/06/geologi.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em>inilah tampang pejuang karsam 2011</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=232&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/08/02/karsam-syahdu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f52f431c899f4989b4045f6c35261d25?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/06/totogan11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">totogan11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/06/makan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">makan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/06/dsc00481.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00481</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/06/geologi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">geologi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa kelebihanmu?</title>
		<link>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/07/28/apa-kelebihanmu/</link>
		<comments>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/07/28/apa-kelebihanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 08:09:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisnu Hariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[al galau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnuhariyadi.wordpress.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[Bicara tentang kelebihan, sebenernya gue nggak punya kelebihan yang bener2 mantep di satu bidang. Jago akademik? Langsung aja coret itu dari list kalo ngeliat gue. Gue juga nggak jago main sepakbola atau basket, apalagi punya perut six pack. Jadi cap mahasiswa atletis pastinya nggak bakalan pernah ada di jidat gue. Main gitar pun gue juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=300&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara tentang kelebihan, sebenernya gue nggak punya kelebihan yang bener2 mantep di satu bidang. Jago akademik? Langsung aja coret itu dari <em>list </em>kalo ngeliat gue. Gue juga nggak jago main sepakbola atau basket, apalagi punya perut <em>six pack</em>. Jadi cap mahasiswa atletis pastinya nggak bakalan pernah ada di jidat gue. Main gitar pun gue juga nggak jago2 amat. Apalagi kalo dibandingkan sama si Akbar, Hanif bokep, atau Nunu, gue pasti langsung merasa <em>cem</em> baru belajar metik gitar. Cowok playboy? Hey bung, bisa punya satu cewe aja gue pasti langsung lari muterin saraga 50 putaran!</p>
<p>Sebenernya ada sih kelebihan yang gue punya. Gue bisa inget hal2 kecil yang keliatannya sepele. Maksudnya? Gue bisa hafal dengan sendirinya nomor punggung pemain sepakbola di klub2 top eropa, walaupun gue nggak pernah berniat buat menghafalnya. <em>Berguna</em> banget kan kelebihan gue? hahaha. Tapi anehnya, kemampuan gue ini sama sekali nggak berlaku dalam hal akademik. Jadi nggak heran kalo IP gue selalu berwujud layaknya garis perbatasan antar propinsi, putus2 dan berwarna merah -nggak jelas dan nggak pernah nyentuh angka 3 koma.</p>
<p>Contoh lain, pernah suatu hari gue <em>chatting</em> sama Reni. Seperti ini kira2 cuplikannya :</p>
<p><em>Gue : ren, </em><em>ntar lo pulang kampungnya ke duri atau ke sumatra barat? apa itu namanya? painan bukan?</em></p>
<p><em>Reni : eh tau aja lo kampung gue di painan, hahaha</em></p>
<p><em>Gue : bukannya lo pernah ngasih tau ya dulu?</em></p>
<p><em>Reni : hahaha, hebat2. inget aja ya lo, gue aja lupa pernah ngasih tau</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kejadian seperti itu terjadi berkali2 dimana orang yang pernah ngomong sendiri pun udah lupa apa yang pernah dia omongin dan anehnya gue bisa mengingat itu. Ada yang bilang gue termasuk orang dengan tipe <em>long term memory</em>. Tapi kenapa nggak berfungsi dalam hal pelajaran yak?</p>
<p>Setidaknya gue punya satu kelebihan, walaupun gue belum bener2 bisa pake untuk hal2 yang jauh lebih berguna. hahaha</p>
<p style="text-align:right;"><em>Hargai segala sesuatu yang ada dalam diri kita; kalau bukan kita, siapa lagi?</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>-Wisnu Hariyadi-</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=300&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/07/28/apa-kelebihanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f52f431c899f4989b4045f6c35261d25?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Turning Point</title>
		<link>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/07/28/turning-point/</link>
		<comments>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/07/28/turning-point/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 06:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisnu Hariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[al galau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnuhariyadi.wordpress.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Nggak terasa udah tahun 2011. Yaiyalah nu! Jadi selama ini lo mikir sekarang tahun berapa? Eh tapi serius ding, waktu cepat banget jalannya. Perasaan baru kemaren gue ketemu Ramadhan, dengan sensasi pulang kampung yang luar biasa nikmatnya (maklum lah..aye termasuk anak perantauan yang sedang mengadu nasib di pulau seberang), ehh tanpa disadari Ramadhan akan datang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=297&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nggak terasa udah tahun 2011. <em>Yaiyalah nu! Jadi selama ini lo mikir sekarang tahun berapa?</em> Eh tapi serius ding, waktu cepat banget jalannya. Perasaan baru kemaren gue ketemu Ramadhan, dengan sensasi pulang kampung yang luar biasa nikmatnya (maklum lah..aye termasuk anak perantauan yang sedang mengadu nasib di pulau seberang), ehh tanpa disadari Ramadhan akan datang lagi dalam hitungan hari.</p>
<p>Tapi sebenernya bukan itu sih yang pengen dibicarakan. Nggak terasa sekarang udah lebih dari 2 tahun sejak kejadian yang bisa dibilang jadi titik balik dalam hidup gue. Sebuah kejadian yang nggak terbayangkan sebelumnya telah terjadi dalam hidup gue.</p>
<p>Saat itu tahun 2009 bulan Juli (kalo nggak salah), saat masa2 libur semester di ITB gue bangun pagi2. Bagi yang berkesimpulan gue orang yang rajin, sesungguhnya anda sudah tertipu mentah2. Gue siap2 lebih pagi karena waktu itu gue ikutan diklat panitia lapangan PROKM 2009. Yap, waktu itu gue gabung ke penata kelompok alias taplok atau nama resminya waktu itu adalah Praba Amerta. Masih inget kan kakak2 <em>unyu</em> berkaos kuning yang &#8216;ngejagain’ teman2 2009 yang baru masuk ITB? Nah gue termasuk gerombolan orang2 ga jelas itu. huahahaha</p>
<p>Pagi itu gue pengen ke kampus, bukan untuk datang diklat tapi waktu itu kita para taplok harus mempersiapkan papan panji2 yang bakal dipake sebagai nomor kelompok di PROKM ntar. Awalnya gue mempersiapkan segala sesuatu dengan wajar2 aja. Bangun, solat, mandi, sarapan, dan siap2 cabut. Waktu gue mau berangkat, gue ngambil helm yang ada di kamar. Hmm..ternyata kaca helm gue rusak engsel sekrup untuk buka-tutupnya. Akhirnya gue lepas aja sekalian karena beberapa hari belakangan kaca ini ngeganggu juga waktu naik motor. Sebenernya agak risih juga waktu nggak ada kacanya, soalnya kaca helm itu berguna banget untuk menahan angin yang datang dari depan.</p>
<p>Gue mengarahkan motor ke Jalan Tamansari. Motor gue geber dengan kecepatan nggak lebih dari kecepatan 40 km/jam. Waktu itu jalan masih sepi banget, nyaris kosong malah, soalnya gue sengaja berangkat lebih pagi supaya bisa jalannya rada santai. Dan terjadilah tragedi itu..tiba2 dari sebelah kanan sebuah angkot jurusan caheum-ledeng menyerempet motor gue dengan kecepatan tinggi, kalo nggak mau dibilang ngebut gila.</p>
<p>Kontan saja motor gue kehilangan keseimbangan dan terjungkal ke arah depan. Jujur lah, waktu itu gue bener2 pasrah banget sama nasib gue. Mungkin sudah setengah nggak peduli karena waktu itu gue cuma nyerahin semuanya ke Allah. Kejadian itu terjadi cuma dalam hitungan detik dan sesaat itu pula gue udah <em>nyungsep </em>dengan aspal jalan sebagai landasannya. <em>Bravo!</em></p>
<p>Ajaibnya gue nggak pingsan sama sekali waktu itu! Dan satu2nya hal yang gue pikirkan saat itu adalah gue nggak boleh pingsan soalnya kalo gue pingsan dan keenakan pingsan, ntar gue malah langsung terbang ke alam baka. Sempat2nya gue mikir konyol waktu itu. Gue berusaha bangkit dan tiba2 aja segerombolan orang berusaha ngebantu gue bangun. Malah ada seseorang yang berusaha ngasih pertolongan pertama ke gue. Mungkin dikiranya gue udah mati kali ya.</p>
<p>Oh iya, waktu itu kacamata gue entah ‘sembunyi’ di mana soalnya gue yakin kacamata itu pasti udah loncat ke mana2 waktu gue ditabrak. Dalam keadaan masih kacau, gue merasakan sesuatu yang aneh. Bibir gue terasa panas banget. Ahh..gue langsung tersadar. Pasti bibir ini udah kacau balau karena sesaat kemudian darah udah menetes begitu aja dari sekitar bibir. Gue cek gigi gue dengan perasaan khawatir tetapi yakin. Benar aja ada beberapa gigi gue yang patah. Jujur gue nggak peduli sama luka2 gue waktu itu karena gue udah senang banget masih bisa hidup.</p>
<p>Segera setelah itu, gue dibawa ke rumah sakit boromeus dengan menggunakan angkot oleh beberapa orang yang baik hati tadi. Gue juga masih sempat kirim SMS ke teman2 gue waktu diangkut di dalam angkot. Inti isi SMSnya <em>“Gue habis ditabrak angkot lho temen2, datang ya semuanya ke boromeus. Tiada kesan tanpa kehadiran kalian semua.”</em></p>
<p>Begitu tiba di ruang UGD, gue langsung mendapat perawatan dari dokter dan seorang suster. Setelah semua luka disterilisasi, gue mendapat jahitan di bibir atas gue. Total ada 8 jahitan. Ternyata tangan dan kaki gue terasa perih juga. Waktu gue lihat ternyata ada luka lecet di tangan dan lutut gue. Beruntungnya waktu kecelakaan gue pake jaket dan celana bahan yang lumayan tebel jadi luka lecetnya nggak terlalu parah. Setelah selesai memberi perawatan, suster tadi bertanya ke gue. <em>“Mas mau lihat gimana jahitannya?”</em>, dia bertanya sambil setengah tersenyum. Gue cuma bisa menggelengkan kepala, nggak tega gue ngeliat diri gue yang <em>totally messed up</em>. Makasih mbak sudah berusaha menghibur saya.</p>
<p>Segera setelah dipindahkan ke ruangan lain, berdatanganlah temen2 gue secara sporadis. Saking banyaknya sampe2 mereka harus gantian masuknya. Gara2 kejadian itu, gue baru nyadar kalo gue punya banyak teman. hahaha. Orang tua gue juga langsung datang ke Bandung hari itu juga. Semua bertanya gimana ceritanya sampe gue bisa kek gini dan gue dengan ‘terpaksa’ menjawab pertanyaan itu berkali2. Ya, terpaksa.. karena setiap kali ngomong bibir gue makin terasa perih! Teman2, kalian <em>baik</em> banget deh..</p>
<p>Akhirnya kurang dari seminggu gue bisa keluar dari rumah sakit. Luka di bibir juga ternyata nggak separah yang kusangka walaupun sedikit memberi ‘tanda’ di bibir. Gigi yang patah pun udah direparasi di dokter gigi. Yaah walaupun makan waktu sebulan, tapi akhirnya bisa kembali jadi lebih baik. Waktu gue sampe ke kosan lagi bersama orang tua gue, gue ngeliat motor gue yang udah dibawa balik oleh temen2 gue. Ternyata emang parah banget kecelakaannya. Motor gue udah nggak berbentuk layaknya motor lagi saat itu.</p>
<p>Gue bener2 bersyukur banget bisa terhindar dari maut yang jaraknya tinggal sejengkal lagi. Nggak kebayang kalo waktu itu gue nggak selamat, secara gue masih punya banyak dosa gini. Mau bilang apa ntar kalo ketemu mas2 malaikat yang jagain kuburan? Yah, semoga kejadian ini bisa mengkafar dosa2 yang pernah gue lakukan.</p>
<p>Tapi ada hal yang semakin bikin gue bersyukur hingga detik ini. Seandainya gue udah mati, gue pasti nggak bisa ngerasain gimana rasanya perjuangan untuk jadi seorang TERRA. Gue nggak bakalan bisa ketemu bulan Ramadhan lagi yang selalu gue tunggu tiap tahun. Gue pasti juga nggak bisa jalan2 lagi. Gue nggak bisa main gitar lagi. Dan yang paling parah, gue nggak bakalan bisa liat MV terbarunya SNSD lagi (*eits).</p>
<p>Hargai dan syukurilah hidup ini kawan. Bagaimanapun kita akan selalu punya alasan untuk hidup meskipun kita seringkali dihadapkan pada situasi yang membuat kita bosan hidup. Emang sih kita sering merasa kecewa dalam hidup atau merasa kalo dunia ini nggak pernah adil sama kita, tapi percaya deh bahwa hidup itu sendiri sebenernya adalah hadiah terbesar yang pernah diberikan ke kita.</p>
<p>Jadi, bagi yang pernah ngerasa kecewa berat waktu dapat nilai BC walopun ngerasa bisa dapat A, tetaplah bersyukur kepada Sang Maha Pemberi. Masih untung kan daripada nggak lulus dan mesti ngulang bareng adek angkatan, hehehe. Bagi yang ngerasa nggak seganteng mas Dude Herlino, tetaplah bersyukur karena nggak semua wanita itu secantik teh Asmirandah kan <em>bro</em>. Bagi yang ngerasa dunia ini nggak adil karena masih ngejomblo di kala semua teman kita sudah punya pasangan, tetaplah bersyukur karena masih ada sahabat dan orang tua yang akan selalu mencintai kita (oke, yang bagian ini sedikit curcol sebenernya. hahaha).</p>
<p>Tanpa bermaksud untuk songong dan sok alim, apalagi sok merasa jadi ahli agama, karena gue juga cuma orang biasa yang punya banyak salah, ada satu kalimat yang selalu menginspirasi gue untuk terus bersyukur :</p>
<p><em>“Bersyukurlah karena Tuhan akan selalu menambah nikmat orang2 yang bersyukur”</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=297&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/07/28/turning-point/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f52f431c899f4989b4045f6c35261d25?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Talkshow Nasional.Is.Me with Pandji</title>
		<link>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/07/22/talkshow-nasional-is-me-with-pandji/</link>
		<comments>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/07/22/talkshow-nasional-is-me-with-pandji/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 02:35:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisnu Hariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[al galau]]></category>
		<category><![CDATA[cerita jalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnuhariyadi.wordpress.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu, Rabu 20 Juli 2011, gue dan sohib gue a.k.a Widi Noor Cahya pergi ke Gramedia di Jalan Merdeka (seberang BIP). Mau beli buku? Nggak mungkin lah! Mahasiswa kere macem kita gini beli buku. Buat makan sehari2 aja susah, apalagi mendekati akhir bulan macem gini. Tapi tujuan kita ke sana nggak kalah keren sob. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=289&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore itu, Rabu 20 Juli 2011, gue dan sohib gue a.k.a Widi Noor Cahya pergi ke Gramedia di Jalan Merdeka (seberang BIP). Mau beli buku? Nggak mungkin lah! Mahasiswa <em>kere</em> macem kita gini beli buku. Buat makan sehari2 aja susah, apalagi mendekati akhir bulan macem gini. Tapi tujuan kita ke sana nggak kalah keren sob. Kita mau datang ke acara talkshow dengan bintang tamu Pandji Pragiwaksono, penulis buku<strong> Nasional.Is.Me.</strong></p>
<p>Mungkin bagi teman2 yang nggak <em>ngeh</em> atau nggak kenal sama ni orang mungkin teman2 bisa inget2 lagi ke belakang (emang di belakang ada apa?). Dulu doi pernah nongol di acara reality show di ANTV (kalo nggak salah) yang namanya “Ups! Kena deh”. Itu tuh yang acaranya dia nyamar jadi orang yang nanya2 pertanyaan yang keliatannya nggak jelas ke orang2. Seandainya orang itu <em>ngejabanin</em> si Pandji dengan menjawab pertanyaan2nya maka orang itu akan mendapat sejumlah uang.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/talk.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-290" title="talk" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/talk.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a><em>Penampakan si Pandji</em></p>
<p>Kata si Widi, doi juga ada muncul di Metro TV setiap Kamis malam. Tapi sumpah deh, gue nggak nyangka banget kalo dia bisa jadi penulis juga. Soalnya dia orangnya kocak dan nggak ada tampang penulis. Emang tampang itu bisa menipu sob. Gue juga awalnya nggak terlalu pengen datang sih tapi karena penasaran sama pemikirannya, akhirnya gue ngikut Widi ke acaranya.</p>
<p>Di sana gue dapat banyak pelajaran baru. Tapi salah satu yang bikin gue tertarik adalah tentang <em>passion</em> atau gairah/semangat untuk melakukan sesuatu. Dia emang bicara bagaimana kita mengenali Indonesia dengan menemukan passion kita terlebih dahulu, dimana dari situ kita bisa berkarya untuk masa depan bangsa ini. Emang sih gue termasuk orang yang perlu menemukan passion dulu sebelum mengerjakan sesuatu. Passion di sini lebih ke sesuatu yang bikin kita nyaman mengerjakan sesuatu. Misalnya nih, gue dulunya sama sekali nggak tertarik sama yang namanya naik gunung. Capek lah, repot lah, dan semacamnya langsung berputar2 di kepala setiap dengar teman2 yang mau naik gunung. Apalagi di TERRA teman2 gue kebanyakan semangat bet kalo masalah naik gunung. Gue? NO WAY! Tapi sejak gue pergi mendaki Gunung Rinjani, gue seperti menemukan sesuatu yang unik dari naik gunung dan hal itu membuat gue pengen naik gunung lagi. Menurut gue itulah yang disebut passion.</p>
<p>Untuk menemukan hal apa yang menjadi passion kita itu memerlukan tahapan dan tahapan awal itu adalah dengan <em>bermain2</em> dengan sesuatu yang baru atau mendalami hal2 yang kita sukai. Dari hal2 yang kita sukai itulah kita bisa mengeksplor lebih dalam lagi sesuatu yang dapat dikembangkan dari sana. Misalnya, si A suka foto2 nih. Awalnya dia suka difoto doang nih sama teman2nya, sampe segala gaya dari kepala miring ke kanan hingga kepala miring ke bawah dia udah coba semua. Kita sebagai temannya sampe gemes banget deh sama makhluk satu ini. <em>“Ngapain sih anak ini doyan banget difoto? Narsis banget sih!”</em>, mungkin begitu pikiran teman2nya. Tapi mungkin hal sepele (yang nyebelin juga tentunya) itulah passion yang dia dapat.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/mc1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-292" title="mc" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/mc1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><em>Pandji dan si mbak MC yang nggak (mau) kalah asik</em></p>
<p>Nah, seandainya dia mampu mengeksplor lebih jauh, mungkin hal sepele yang menjadi hobinya itu bisa menjadi sesuatu yang “menghasilkan”. Misalkan lagi, ternyata si A sadar nih akan “potensi”nya dalam hal difoto orang lain. Akhirnya dia belajar tentang <em>photo modelling</em> di luar negeri dimana dia bisa mengeksplor ekspresi wajah dan gayanya di depan kamera dengan lebih mantap. Setelah bertahun2 belajar, dia mampu menjadi seorang <em>photo model </em>yang terkenal di dunia. Apakah menjadi <em>photo model</em> kelas dunia adalah sesuatu yang sepele?</p>
<p>Itulah sobat, terus coba sesuatu hal yang baru dan temukan hal yang kita sukai. Sudah menjadi kodrat bagi manusia bahwa orang akan cenderung mendalami hal2 yang mereka sukai. Terus eksplor dan temukan passion itu apapun bentuknya, walaupun awalnya mungkin terlihat sepele atau terlihat bodoh bagi orang lain. Tenang aja laahh kalo orang lain memandang kita dengan pandangan2 negatif. Toh bumi tetap berputar di orbitnya dan waktu nggak berubah jadi 30 jam dalam sehari kalo mereka melakukan itu kan? Kembangkan passion itu hingga ke tahap bahwa teman2 bisa membanggakan orang2 yang teman cintai dengan passion yang teman2 miliki.</p>
<p>Teman2 yang pengen <em>ngintip</em> website-nya si Pandji bisa klik <a href="http://www.pandji.com/">di sini</a>. Oh iya, teman2 juga bisa <em>download</em> bukunya itu secara gratis <a href="http://www.pandji.com/for-you/nasional-is-me/">di sini</a> meskipun di versi <em>ebook</em>-nya ada 1 bab yang ditiadakan. Kalo tertarik dan ada uang lebih, teman2 bisa kok beli bukunya di Gramedia dan dengan membeli 1 buku berarti teman2 menyumbangkan 1 buku ke teman2 kita yang memerlukan.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/with-pandji.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-293" title="with pandji" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/with-pandji.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/widi-n-pandji.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-294" title="widi n pandji" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/widi-n-pandji.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a><em>walaupun nggak beli bukunya, gue &amp; Widi nyempetin foto bareng Pandji</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/289/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=289&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/07/22/talkshow-nasional-is-me-with-pandji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f52f431c899f4989b4045f6c35261d25?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/talk.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">talk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/mc1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mc</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/with-pandji.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">with pandji</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/widi-n-pandji.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">widi n pandji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>a little story about me and music</title>
		<link>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/07/21/a-little-story-about-me-and-music/</link>
		<comments>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/07/21/a-little-story-about-me-and-music/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 07:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wisnu Hariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[al galau]]></category>
		<category><![CDATA[guitar n music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnuhariyadi.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang bilang hidup tanpa musik itu seperti Spongebob tanpa Patrick. Ada sebuah sisi yang hilang dari sisi yang lain. Sebuah film box office atau peraih oscar pun selalu ditopang kualitas background music yang oke. Gue adalah salah seorang yang punya pendapat kayak gitu. Memang dulu gue mikir “emang segitu pentingnya ya musik?” karena pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=283&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang bilang hidup tanpa musik itu seperti Spongebob tanpa Patrick. Ada sebuah sisi yang hilang dari sisi yang lain. Sebuah film <em>box office</em> atau peraih oscar pun selalu ditopang kualitas <em>background music</em> yang oke. Gue adalah salah seorang yang punya pendapat kayak gitu. Memang dulu gue mikir <em>“emang segitu pentingnya ya musik?”</em> karena pada dasarnya gue sendiri dilahirkan di keluarga yang nggak punya latar belakang musik. Eh ada sih..kakak gue dulu suka banget ngedengerin lagu2 dari <em>boyband</em> yang jaman itu lagi <em>ngetrend</em> macem Westlife, Backstreet Boys, atau N’Sync, jadinya gue mau nggak mau ikut ngedengerin ketika lagu2 itu diputar.</p>
<p>Saking nggak minatnya sama musik, gue nggak pernah bener2 ngedengerin guru pas pelajaran seni musik waktu SD dan SMP! Jadi yang gue dapat dari pelajaran itu selama bertahun2 adalah gimana cara mainin sulin recorder (tahu kan bentuknya? itu tuh yang kebanyakan merknya Yamaha, hehehe). Gue mikirnya selama bisa mainin suling, gue lulus deh dari pelajaran <em>geje</em> ini.</p>
<p>Jadi, apa gerangan yang membuat gue yang awalnya bersikap apatis terhadap musik ini banting setir pemikiran 180 derajat? Huwaaa..sebenernya gue malu sih ceritanya! Cerita berawal waktu dulu gue masih punya pacar pas masih masa2 TPB (huahahaha, gini2 gue dulu punya pacar lho). Waktu itu pacar yang enggan gue sebut namanya ini (demi kebaikan umat manusia bersama, hoho) pengen banget gue bisa mainin gitar, jadinya dia bisa nyanyi sambil gue main gitar. Ceritanya macem kayak di drama2 musikal gitu.</p>
<p>Awalnya sih gue nggak terlalu nanggepin karena gue emang belum ada niat dari diri sendiri. Tapi sebenernya jujur aja gue pengen sih bisa main gitar. Masa iya sih sampe mati cuma bisa main suling recorder?! Waktu terus berlalu dan bumi terus berputar, sampailah pada situasi dimana gue dan doi lagi punya masalah. Saat itu gue pengen ngasih sesuatu supaya kita nggak berantem lagi, dan yang langsung terpikir adalah gue bakal mainkan sebuah lagu untuk dia sambil main gitar.</p>
<p>Dan perjuangan gue dimulai! Dengan modal songong, gue langsung ke toko alat musik yang ada di dekat BEC Bandung. Setelah milih2 dan nanya2 sama pelayan toko, gue beli gitar klasik yang harganya paling oke menurut kantong gue. Yap..gitar sudah ada, sekarang mesti belajar dari mana nih? Akhirnya gue lanjut ke Gramedia buat nyari buku latihan gitar untuk pemula. Gitar dan buku sudah ada, kurang apa yaa? Kurang latihannya masbroo!</p>
<p>Sejak saat itu juga gue langsung menjalankan apa yang dibilang sama itu buku. Gue genjreng2 aja itu gitar sembarangan. Gue sempat frustasi banget cuma gara2 gue nggak bisa mainin kunci2 dengan benar. Belum lagi stress waktu belajar cara untuk pindah dari satu kunci ke kunci lain. <em>Desperado</em> bet lah! Setelah lumayan terbiasa, gue mencoba memainkan lagu2 yang gampang dimainkan dan pilihan itu jatuh ke lagu <em>Mimpi yang Sempurna</em>-nya Peterpan. Emang pas banget lah lagu ini buat belajar, cuma dengan kunci E minor, C, G, dan D kita udah bisa keliatan jago di depan teman2 kita (yang nggak bisa main gitar tentunya). Setelah lancar, gue lanjut cari kord2 lagu terkenal lain di internet dan gue print supaya bisa dimainkan kapan aja. Dengan perjuangan gila2an dan nyaris non-stop (karena waktu itu gue cuma stop buat mandi, makan, tidur, dan solat doang) selama 1 bulan penuh, gue akhirnya bisa juga main gitar walaupun cuma dengan kunci2 yang sederhana. Yuhuuu!</p>
<p>Terbayarkah perjuangan gue? Ternyata gue sama doi terlanjur putus sebelum gue sempat ngasih dia sebuah lagu, hahaha. Emang sih kenyataan itu nggak selamanya berakhir indah seperti di FTV. Tapi justru dari sana gue semakin berminat mendalami gitar dan musik (dan ini berkah yang paling gue syukuri). Dan semakin mendalami, gue juga makin menyadari kebodohan gue waktu SD dan SMP dulu. Kalo aja gue lebih serius merhatiin guru, gue pasti nggak ‘buta’ dan ‘tuli’ sama nada. Sekedar info aja ya, gue bisa main gitar tapi gue payah banget sama nada. Saking parahnya, gue selalu pengen les privat gitar untuk menutupi kelemahan yang menurutku fatal banget buat seorang pemain gitar. Berhubung kantong gue termasuk kantong mahasiswa pas-pasan, sampai sekarang keinginan gue itu belum bisa terwujud. hehehe</p>
<p>Untuk aliran musik, gue masih pengen belajar dari semua jenis musik. Jazz, blues, rock, heavy metal, sampe akustik pun dijabanin untuk mengasah telinga. Tapi sekarang gue lagi tertarik sama musik rock karena (menurut gue) dari sana gue bisa melatih teknik picking dan teknik2 lainnya. Musik rock kan juga umumnya ngandalin <em>speed</em>, jadi bisa bikin kita terpacu untuk belajar terus sih.</p>
<p>Yak jadi yang mau pengen gue bilang adalah nggak perlu bersedih apabila teman2 diputusin sama pacarnya, hahaha. Nggak kok. Intinya gue mau bilang kalau musik itu penting. Nggak perlu gue tulis panjang lebar di sini pun temen2 pasti tahu kalau musik itu penting untuk semua orang, terutama anak2 yang umumnya masih dalam masa pertumbuhan. Bahkan tanpa sadar pun sebenernya semua orang itu sedang ‘memutar’ suatu musik di dalam kepalanya saat mereka sedang menghadapi sebuah situasi. Kalau lagi dikejar <em>deadline</em> tugas, akan ada musik semangat atau musik <em>thriller</em>. Kalo lagi jatuh cinta, musik2 yang ada kalimat <em>I love you</em> langsung terputar. Kalo lagi putus asa, musik2 mellow ala D’masiv otomatis berkumandang. Yah seperti itulah hidup.</p>
<p>Dari semua pengalaman itu gue jadi kepikiran untuk menciptakan ‘keluarga musik’ seandainya gue udah berkeluarga. Jadi ntar istri gue main piano, anak2 gue main biola, dan gue sendiri main gitar terus kita mainkan lagu bareng2. Seru dah keliatannya, huahahahaha</p>
<p><em>Music is soul of our life, my friends</em></p>
<p><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/slash_7.jpg"><img class="size-full wp-image-284 aligncenter" title="slash_7" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/slash_7.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p><a href="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/synyster-gates.jpg"><img class="size-medium wp-image-285 aligncenter" title="Synyster-Gates" src="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/synyster-gates.jpg?w=271&#038;h=271" alt="" width="271" height="271" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Slash dan Synyster Gates, gitaris favorit aye (saat ini)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisnuhariyadi.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisnuhariyadi.wordpress.com&amp;blog=5935129&amp;post=283&amp;subd=wisnuhariyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnuhariyadi.wordpress.com/2011/07/21/a-little-story-about-me-and-music/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f52f431c899f4989b4045f6c35261d25?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/slash_7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">slash_7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisnuhariyadi.files.wordpress.com/2011/07/synyster-gates.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Synyster-Gates</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
